Penyerahan medali emas PON XX bola kaki putri Papua di Stadion Katalpal Merauke. Foto -Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Akhirnya, target medali emas Cabor Bola Kaki Putri Papua pada PON XX tercapai. Di babak fina Papua-Jawa Barat (Jabar), Tim Papua mampu mengalahkan Jabar dengan skor 1-0.

Di babak pertama, pertarungan cukup sengit, namun keduanya belum menghasilkan skor, hingga menit ke 45, kedua tim sama-sama masih dengan kedudukan 0-0. Serangan bertubi-tubi dilakukan Tim Jabar ke gawang Papua, namun tidak berhasil. Sebab sang penjaga gawang dengan gesit langsung mengamankan bola sehingga tidak memberi poin pada lawan.

Sampai kemudian pada menit ke 75 babak kedua, Tima Papua menjebloskan bola ke gawang Jabar oleh Liza Armanita Madjar dengan nomor punggung 10, sehingga merubah kedudukan menjadi 1-0. Upaya Jabar untuk melakukan serang balik rupanya tidak berhasil sampai waktu permainan babak kedua selesai. Dengan demikian, Papua berhak mendapat medali emas pada PON XX Papua 2021 Cabor Bola Kaki Putri.

“Saya mengucap syukur atas hasil anak-anak bisa main hari ini. Itu semua karena Tuhan dan pertandingan tadi akhir dari semua perjuangan kami dua tahun lebih dan target kita sudah tercapai,” ucap Pelatih Kepala Bola Kaki Putri Papua, Priaagung Dani Atmojo usai pertandingan di Lapangan Stadion Katalpal Merauke, Seng (11/10).

“Dengan ini, kami sudah buat sejarah. Pertama kali PON Papua untuk sepak bola Putri, kami Tim Papua bisa juara, itu sejarah,” ucapnya bernada haru.

Aksi pemain bola kaki putri Papua (putih) dan pemain Jabar (biru). Foto-Getty/TN

Coach Priagung mengakui bahwa anak didiknya punya kekuatan, kemampuan maupun kecepatan yang sama dan melakukan sesuai arahan pelatih. Dari hasil kerjasama yang baik itulah Tim Papua bisa menjadi yang terbaik.

Ucapan syukur yang dalam juga disampaikan Kapten Putri Papua, Shelly Wunungga dengan nomor punggung 19. Pertama, kepada Tuhan yang diimaninya atas hasil yang mengharumkan nama daerah sekaligus menorehkan sejarah bola kaki putri perdananya.

Disampaikan bahwa, persiapan bersama rekan-rekannya dilakukan dengan sangat baik. Sehingga saat berlaga di lapangan hijau tidak ada ketakutan atau keraguan.

“Yang terpenting kami di sini adalah kerja sama untuk mencapai hasil. Dan hasilnya sudah terjadi saat ini,” ucap Shelly.

Keringat dan air mata sudah dibuktikan mealalui perolehan medali emas. Terima kasih juga disampaikan untuk keluarga besar Merauke, Jayapura dan masyarakat Papua serta masyarakat Indonesia untuk segala doa dan dukungan.

Pelatih Kepala Bola Kaki Putri Jawa Barat,Ronny Remon berpendapat bahwa dari hasil Pertandingan dua tim ini terlihat punya kekuatan seimbang sehingga benar-benar menghibur masyarakat.

“Dua tim ini betul-betul penampilan terbaik, dan masyarakat bisa melihat sendiri,” tambahnya.

Namun, kegagalan kali ini menyisahkan rasa kecewa bagi Tim Jabar, karena tidak bisa membawa pulang medali emas ke daerahnya melainkan medali perak atau juara dua PON Papua bola kaki putri. Sementara untuk piala perunggu diraih kesebelasan Bangka Belitung (Babel)

Kesempatan yang sama, Ronny menyanjungi pelayanan tuan rumah kepada kontingen Jawa Barat karena mereka merasa sangat dihargai masyarakat Papua. “Kami sangat dihargai, baik di wisma maupun penonton di stadion. Kami senang sekali di Merauke ini,” bebernya.

Berita lain untuk anda