Peraih medali emas catur cepet terbatas 60 tahun PON XX Papua Klaster Merauke, Cerdas Bagus. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Cerdas Barus Grand Master, pemain kelas catur cepat terbatas 60 tahun perseorangan mampu menyumbangkan emas untuk tuan ruma Papua dalam PON XX Papua. Ini merupakan emas perdana yang diraih dalam Cabor catur PON Papua.

Selain berhasil merebut satu medali emas, Kontingen Catur Papua juga berhasil meraih satu medali perunggu oleh atlet Catur Yoseph Theopilus Taher yang tampil di catur cepat perseorangan umum. Sebelumnya, Yoseph Theopilus Taher mendapatkan medali perak pada kategori catur kilat persorangan umum. Dengan begitu, untuk Cabor Catur Papua memperoleh 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu dari 10 medali emas yang sudah diperebutkan untuk 2 kategori yakni catur kilat, dan kemudian catur cepat.

Agus Narendra Servatinus, anak dari Cerdas Barus yang khusus mendampingi orang tuanya dalam pertandingan PON XX Papua mengaku, sebagai anak dirinya sangat bangga atas pencapaian orang tuanya tersebut dengan mempersembahkan medali emas untuk Papua.

“Sebagai anak, saya sangat bangga karena di usia 60 tahun Bapak masih memberikan yang terbaik yakni medali emas untuk Papua,” ungkap Agus Narendra pada sela-sela pembagian medali di Swissbel Hotel Merauke, Jumat (08/10).

Ketua Kontingen Cabor Catur Papua Ventje Ropa sekaligus pelatih kepala Catur Papua menjelaskan bahwa KONI Papua memberikan target 1 medali emas untuk Cabor Catur. ‘’Untuk target kita sudah berhasil meraih hari ini, tapi kita masih ada 5 medali emas yang masih diperebutkan untuk kategori klasik. Mudah-mudahan kita masih bisa meraih medali emas dari situ,’’ tandasnya.

Berikut, Manager Cabor Catur H. Ariadi, SE, menjelaskan perolehan medali emas ini merupakan sejarah baru bagi Papua di PON XX. Pasalnya, perolehan medali emas ini merupakan yang pertama kalinya sejak Papua ikut PON selama ini. ‘’Ini menjadi sejarah, karena selama kita mengikuti PON belum pernah mendapatkan medali emas dan hari ini sejarah itu mencatatkan. Ini sebuah kebanggaan tersendiri,’’ kata Ariadi didampingi Wakil Manager Banjir Ambarita.

Ariadi menambahkan, meski target KONI telah tercapai namun pihaknya masih menargetkan perolehan 2 medali emas untuk kategori Catur Klasik yang mulai pertandingkan hari Sabtu (09/10) untuk perebut 5 emas. ‘’Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Papua supaya bisa meraih target kita berikut,’’ pungkasnya.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Cabor Catur Sonny Ropa juga menyuarakan harapannya. Bahwa dalam PON Papua ini diharapkan akan lahir pecatur-pecatur baru Indonesia. Harapan tersebut terjawab dalam catur cepat kategori perorangan putra asal DIY atas nama Khafi Maulana. Dikatakan dalam PON sebelumnya, Khafi Maulana belum pernah meraih juara dan akhirnya mampu memberi kejutan di PON Papua, langsung raih emas.

“Saya berharap dukungan dari Pemerintah Daerah agar para pecatur terus dilatih dengan baik sehingga menjadi atlet di tingkat daerah, nasional maupun internasional,” ungkap Sonny.

Selnjutnya, medali emas kelas beregu catur putri diraih oleh Jawa Barat. Sementara emas di kelas perorangan putri catur cepat diraih oleh Chelsie Monica Sihitie dari Kalimantan Timur dan medali emas kelompok beregu putra catur cepat diraih DKI Jakarta.

Pelaksanaan PON di tengah Pandemi Covid-19 ini selalu ditekankan pritokol kesehatan bagi Official maupun atlet. Sebab tempat pertandingan berlangsung dalam ruangan tertutup. Bahkan setiap enam jam dianjurkan mengganti masker.

“Mulai besok adalah waktu yang panjang, dari pagi sampai malam untuk memperebut lima emas lagi kategori catur klasik. Untuk itu tim satgas dan kesehatan lebih perketat lagi untuk besok,” tutup Sonny.

Berita lain untuk anda