Pelatihan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk pengelola kawasan koservasi yang dilaksanakan di Hotel Royal Mamberamo, Kota Sorong. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Conservation International (CIA) Indonesia berkomitmen untuk mendukung terwujudnya cita-cita provinsi Papua Barat sebagai Provinsi embangunan Berkelanjutan melalui pelatihan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk pengelola kawasan koservasi yang dilaksanakan pada 25 Oktober-5 November 2021 di Hotel Royal Mamberamo, Kota Sorong.

Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama Conservation Internation Indonesia dengan Dinas Kehutanan dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat dalam rangka peningkatan kapasitas pengelola hutan dan kawasan konservasi di Papua Barat.

Peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari staf teknis bidang kehutanan dari Dinas Kehutanan, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), dan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC).

“Pelatihan ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan SDM Pengelolan Kawasan khususnya di Balai Besar KSDA Papua Barat. Data spasial sangat dibutuhkan untuk dapat memberikan gambaran riil di lapangan sehingga kegiatan yang direncanakan akan tepat sasaran,” ucap Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBKSDA Papua Barat, Budi Mulyanto, S.Pd., M.Si.,Senin (26/10/2021).

Menurut Budi, ketersediaan data aktual dan keterampilan untuk mendapatkan dan memanfatkan data spasial masih terbatas dalam proses perencanaan kehutanan. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola kawasan konservasi dalam melakukan analisis spasial perencanaan dan pengelolaan hutan dan kawasan konservasi.

“Besar harapan kami agar pelatihan ini dapat membantu staf pengelola memanfaatkan data spatial yang tersedia dalam menyusun dan melaksanakan pengelolaan hutan dan kawasan. Ke depannya, peserta diharapkan dapat memanfaatkan data spasial dalam perencanaan pengelolaan wilayahnya masing-masing,”terang Budi.

Sementara itu, West Papua Senior Landscape Program Manager Conservation International , Yance de Fretes mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendukung peningkatan kapasitas pengelola hutan dan kawasan konservasi di Papua Barat yang merupakan salah satu provinsi hijau di seluruh Indonesia.

West Papua Senior Landscape Program Manager Conservation International , Yance de Fretes. (Foto:Mega/TN)

“Pemanfaatan data spasial tentu sangat penting bagi pengelola hutan dan kawasan konservasi untuk memaksimalkan perencanaan pengelolaan hutan dan pelestarian kawasan konservasi agar dapat dilaksanakan dengan baik,” ucap Yance de Fretes selaku West Papua Senior Landscape Program Manager Conservation International.
Dalam pelatihan ini akan dilakukan pemaparan materi berupa konsep dasar Remote Sensing-Geographic Information System, data spasial, kebijakan informasi geospasial, aplikasi pengolahan data spasial, dan Pengenalan ArcGIS sebagai salah satu software pengolahan data spasial (fungsi dan features/tools) dan software pendukung lainnya (Google Earth, Terra Incognita, Maverick, Avenza Maps). Tak kalah penting, pelatihan ini juga akan melakukan praktik inventarisasi data lapangan menggunakan GPS dan drone yang nantinya akan disertai simulasi studi kasus penggunaan aplikasi Remote Sensing-Geographic Information System untuk mendukung perencanaan kawasan hutan dan pelaksanaan evaluasinya.

Berita lain untuk anda