PLT Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melaunching program Indonesia Satu Ekspor, sekaligus melepas ekspor komoditi perikanan, di Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Rabu (14/4/2021). Foto-Ist/TN


TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Sitti Chadidjah mengaku, Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah salah satu provinsi, dengan produksi perikanan yang sangat besar.

Bahkan, Provinsi Sulsel juga jadi hub komoditi ekspor perikanan, untuk wilayah Indonesia Timur.

Chadidjah mengaku, pihaknya menggelar ekspor periode tanggal 12 hingga 17 April untuk 20 jenis komoditi ikan atau sebanyak 71.555 ekor ikan, dengan volume pengiriman sebesar 2.075,8 ton dan nilai ekspor sebesar Rp 97 miliar atau senilai USD 6,9 juta.

“Meski ditengah pandemi Covid-19 ini, angka ini menunjukkan potensi yang sangat besar di Sulawesi Selatan. Program Indonesia Satu Ekspor yang dicanangkan kemarin, memicu pertumbuhan ekonomi yang besar, khususnya di Sulawesi Selatan,” tegas dia kepada wartawan, di Makassar, Kamis (15/4/2021).

Lebih lanjut Chadidjah menambahkan, tingginya produksi ekspor perikanan, juga terlihat dari data ekspor komoditi perikanan tahun 2020 lalu.

“Dimana volume ekspor sebesar 158.050 ton, dengan nilai ekonomi sebesar Rp 5,47 triliun, dari berbagai jenis komoditi perikanan yang diekspor. Terutama rumput laut, udang, tuna, gurita, dan beberapa komoditi lainnya,” tandas dia.

Berita lain untuk anda