Foto bersama dengan anggota DPD RI asal Papua Bara, M.Sanusi Rahaningmas, usai kegiatan sosialisasi Empat Pilar kebangsaan di kabupaten Raja Ampat. Foto ist.

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Anggota DPD RI asal Provinsi Papua Barat, M.Sanusi Rahaningmas, S.Sos., M.MSip, atau yang akrab disapa MSR, menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada tokoh pemuda, tokoh perempuan, pelajar dan perwakilan paguyuban di Waisai kabupaten Raja Ampat, Minggu (11/4/2021).

“Empat Pilar inikan merupakan penyangga utama dari nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. Itu yang dari waktu ke waktu kita memberikan sosialisasi, kita berikan pemahaman, betapa pentingnya kehadiran Empat Pilar itu di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara,” ujar MSR kepada media ini.

Anggota DPD RI asal Provinsi Papua Barat, M.Sanusi Rahaningmas, S.Sos., M.MSip. Foto ist.

Menurutnya, negara memandang bahwa keberadaan Empat Pilar kebangsaan ini penting untuk disosialisasikan melalui lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang di dalamnya ada Anggota DPD RI dan DPR RI.

“Artinya selama ini kita anggap bahwa Pancasila itu sakti dan sakral, sehingga tidak dapat diobok-obok atau dihancurkan oleh kelompok-kelompok tertentu. Dengan demikian kita harus tetap memberikan penguatan pemahaman dan pemikiran yang baik terutama kepada pemuda dan pelajar dan semua warga negara, agar makna Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tetap sakti dan sakral,” tandas mantan Anggota DPR Papua Barat itu.

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar tersebut, kata MSR, telah dilakukan disejumlah daerah di provinsi Papua Barat, seperti di kabupaten Raja Ampat, kabupaten Kaimana, kabupaten Sorong dan kota Sorong.

“Setelah beberapa kabupaten/kota di Papua Barat sudah saya sosialisasikan. Kedepan akan saya sosialisasikan terus Empat Pilar kebangsaan ini di sejumlah daerah di Papua Barat, yang belum saya datangi,” imbuhnya.

Alasan dilakukannya kegiatan sosialisasi Empat Pilar kebangsaan kepada pemuda, pelajar dan mahasiswa di era sekarang ini, kata MSR, mungkin saja dari waktu ke waktu pelajaran tentang Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN), Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4) serta Undang-Undang Dasar 1945 sudah tidak lagi diterapkan di sekolah.

Oleh sebab itu, negara hadir melalui MPR RI untuk melakukan sosialisasi Empat Pilar tersebut kepada pelajar dan mahasiswa tetapi juga kepada warga masyarakat agar nilai-nilai luhur dan ideologi Pancasila tetap terpatri di sanubari masyarkat, bangsa dan negara.

Ia pun mengatakan, dampak dari sirnanya nilai-nilai luhur Pancasila di era sekarang ini adalah terjadinya krisis moral yang mengakibatkan masalah dimana-mana, kekerasan antar suku dengan suku, serta persekusi terhadap ras-ras tertentu.

“Untuk itu, lewat Empat Pilar kebangsaan ini, nilai-nilai luhur Pancasila ditanamkan kembali dalam hati dan sanubari setiap masyarakat bangsa dan negara,” tegasnya.

Sosok yang dikenal dengan sebutan MSR ini, juga mengajak masyarakat untuk tidak terpecah belah dengan perbedaan karena melandasi pergaulan dengan dasar nilai-nilai kemanusian. “Dengan persatuan, maka masyarakat akan kuat,” sebutnya.

Berita lain untuk anda