Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, M. M saat menemui pedagang pasar Boswesen. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau menyambangi pedagang pasar Boswesen yang akan rencananya direlokasi ke pasar modern Rufei, Rabu (24/4/2021).

Kepada para pedagang Lambert menyampaikan bahwa relokasi akan dilakukan secara bertahap. Kebijakan tersebut sempat terjadi perdebatan pedagang sayur dan Walikota Sorong. Sebab, hanya pedagang ikan yang akan tetap berada di pasar Boswesen.

“Saya harus keras, karena saya punya pengalaman hadapi masyarakat terutama heterogen, dan pada akhirnya apa yang saya Idam-idamkan menjadi kenyataan. Kepada masyarakat saya mohon maaf pemindahan yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 19 April harus kita tunda, “jelas Lambert kepada awak media.

Dijelaskan, Lambert, pihaknya tidak bisa mengambil tindakan untuk merelokasi para pedagang. Sebab saat ini masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa.

“Rencana pemindahan saya harus tunda setelah lebaran. Karena masyarakat disitu sedang menjalankan puasa saya, saya tudak bisa bikin gerakan-gerakan yang berlebihan. Nanti setelah lebaran atau sekitar pertengahan bulan Mei nanti, saya kembali melakukan rapat dan selanjutnya melakukan pemindahan pedagang, “jelas Lambert.

Menurut Lambert, tempat yang telah disediakan yakni pasar modern jauh lebih layak dibandingkan pasar Boswesen. Selain itu, pedagang juga tidak terkena pungli sebab dirinya yang akan mengatur retribusi tersebut.

“Mereka harus pindah, tenda atau sejenisnya tidak layak, apalagi berjualan diatas tanah. Di pasar modern Rufei bangunan sampai lantai tiga. Yang sekarang mereka jualan di pasar Boswesen akan saya gusur, saya ganti rugi tidak sedikit, tempat dan tanah itu milik pemerintah daerah, “tegas Lambert.

Oleh karena itu, Walikota meminta masyarakat untuk mengerti, sebab apa yang telah diatur oleh pemerintah merupakan sesuatu yang baik untuk masyarakat.

“Kalau pasar ikan nanti sudah selesai dibangun, pedagang ikan juga harus pindah. Kalau besok saya lihat anggarannya sudah siapp kita sudah mulai bangun pagar, ” imbuhnya.

Lambert menambahkan, apabila masyarakat keberatan dengan harga Los yang sudah ditentukan, masyarakat dapat menuangkan keberatan itu dalam surat yang ditujukan kepada Walikota Sorong untuk ditinjau kembali.

“Intinya pedagang masuk dulu ke dalam pasar modern. Nanti kalau ada keberatan bisa dituangkan dalam surat yang ditujukan ke Walikota entah menyangkut biaya dan lain-lain nanti akan ditinjau kembali, karena sudah dituangkan di dalam Perda. Jadi kalau misalnya Perda banyak yang mendukung silahkan, tapi kalau banyak yang keberatan berarti kita harus tinjau. Saya bisa rubah Perda itu dengan perwali, nanti dari perwali itu kita usulkan ke dewan untuk melakukan revisi terhadap perda yang sudah ditetapkan, “pungkasnya.

Berita lain untuk anda