PJ Wali Kota Ternate, Hasyim Daeng Barang. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, TERNATE – PJ Wali Kota Ternate, Hasyim Daeng Barang mengaku, refocusing APBD tahun 2021, berdampak pada kebijakan pemotongan belanja.

“Yang sudah kami lakukan untuk APBD itu yakni pemotongan penyesuaian belanja sebanyak 25 persen, untuk setiap OPD, yakni 18 OPD yang sudah mencapai target 25 persen, 17 OPD yang belum mencapai target, dan 6 OPD yang belum menyesuaikan sama sekali. Sehingga target untuk refocusing belum tercapai,” kata dia kepada wartawan, di Ternate, Jumat (16/4/2021).

“Dari total yang kita butuhkan untuk kesesuaian itu adalah Rp 108 miliar. Yang sekarang terealisasi baru mencapai Rp 75 miliar, dan ada selisih sebesar Rp 33 miliar yang belum tercapai, sehingga kita butuh refocusing lagi, untuk beberapa OPD yang belum mencapai target dan belum penyesuaian,” tambah Pj Wali Kota Ternate.

Menurutnya, hasil keseluruhan pemotongan belanja untuk semua OPD masih belum mencukupi target dari refocusing, sehingga ada kebijakan lain yang harus diambil, yakni pengurangan PTT.

“Kebijakan pengurangan PTT sudah sangat mempertimbangkan dari aspek hukum, kemanusiaan, sosial, keuangan, ekonomi dan sebagainya. Karena kita tidak mampu lagi membiayai PTT sebanyak 974 orang, dan dari situ kita bisa menghemat hingga Rp 7 miliar, dan bisa mengalokasikan dana untuk belanja yang lain, contohnya pengangkatan CPNS secara resmi,” lanjutnya.

Menurut dia, lebih baik anggaran digunakan untuk membangun infrastruktur, guna meningkatkan kinerja pegawai, dibandingkan dengan belanja pegawai.

Berita lain untuk anda