DPPKB Kota Ambon menggelar advokasi, sosialisasi dan fasilitasi pelaksanaan pendidikan kependudukan Jalur Formal, pada satuan pendidikan jenjang SD/MI dan SLTP/MTs, di Baileo Oikumene, Selasa (6/4/2021). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Guna membentuk generasi berencana serta memahami isu kependudukan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar advokasi, sosialisasi dan fasilitasi pelaksanaan pendidikan kependudukan Jalur Formal pada satuan pendidikan jenjang SD/MI dan SLTP/MTs.

Kegiatan ini dibuka Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, yang diwakili Asisten II Sekot Ambon, Robby Silooy, di Baileo Oikumene, Selasa (6/4/2021).

Wali Kota mengatakan, sosialisasi dan advokasi kepada seluruh elemen masyarakat yakni pemangku kepentingan (stakholder), termasuk guru dan peserta didik pada semua jenjang pendidikan penting untuk dilakukan, agar dapat memahami tentang materi pendidikan kependudukan yang merupakan bagian dari konsep pembangunan berwawasan kependudukan, sehingga dapat diketahui strategi pembangunan demi kemakmuran, dan kesejahteraan bangsa secara berkelanjutan.

“Peranan pendidikan kependudukan menjadi sangat penting dan strategis, dalam mengatasi pemasalahan-permasalahan kependudukan. Dengan demikian pendidikan kependudukan bagi semua elemen masyarakat yang diperlukan agar masyarakat memiliki pengetahuan, pemahaman, kesadaran serta sikap dan perilaku berwawasan kependudukan dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya.

Menurutnya, Kota Ambon masih menghadapi banyak masalah kependudukan yang harus diselesaikan. Dimana Kota Ambon sebagai kota sedang mempunyai luas wilayah 359,45 km2, jumlah penduduknya cukup besar yakni 347,288 jiwa, sedangkan tingkat kepadatan tergolong tinggi mencapai 966,18/km2 dan bila dilihat dari struktur umur, penduduk usia produktif yakni 15-65 tahun di Kota Ambon mempunyai presentase yang cukup tinggi melebihi 50 persen.

“Jika dilihat dari struktur umur yang ada pada seluruh masyarakat Kota Ambon saja yang akan mengalami bonus deografi, dengan demikian selaku Pemerintah beserta elemen masyarakat Kota Ambon harus serius mempersiapkan generasi muda sebagai SDM yang tangguh,” beber Wali Kota.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Ambon, J.W Patty menambahkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan, menumbukan sikap tanggung dan perilaku adaptik berkaitan bengan dinamika kependudukan, sehingga mampu mengembangkan sikap yaang tepat dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan.

“Jadi sebagai salah satu sumber belajar peserta didik, sebagai pembentukan generasi berencana guru dapat memahami isu kependudukan dan mampu mengintergrasikan kependudukan dalam materi pembelajaran,” tandas Patty.

Berita lain untuk anda