Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Arafah. Foto-Ediyana/TN

TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Nelayan dan pengusaha pelayaran dihimbau untuk tidak melaut. Ini setelah menyikapi surat edaran dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Perhubungan Laut, terkait peringatan dini gelombang tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah meminta kepada seluruh nelayan dan pengusaha pelayaran di Sulsel, untuk tidak melakukan aktifitas pelayaran selama cuaca ekstrem.

“Kepada nelayan dan pengusaha pelayaran, diminta untuk tidak berlayar pada cuaca yang ekstrem. Yang ditakutkan akan terjadi gelombang tinggi yang bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Muhammad Arafah kepada wartawan, di Makassar, Senin (5/4/2021).

Ia juga meminta, agar nelayan maupun pengusaha pelayaran untuk senantiasa melihat dan memperhatikan kondisi cuaca, sebelum melakukan pelayaran.

“Saya minta untuk senantiasa memperhatikan kondisi cuaca termasuk melihat edaran dari BMKG maupun instansi terkait lain, apa lagi jika ingin berlayar dengan jarak yang jauh,” imbuhnya.

Muhammad Arafah menambahkan hasil pemantauan BMKG yang berlaku dari tanggal 1 April hingga 3 April berpeluang terjadi gelombang sedang maupun tinggi dibeberapa perairan.

“Gelombang tinggi hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan pare-pare, Perairan Spermode Pangkep, serta Teluk Bone, kemudian Gelombang tinggi hingga 3 meter diperkirakan terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Bonerate, Kalaotoa, Perairan Spermonde Makassar, perairan Sabalana serta Perairan Kepulauan Selayar,” tandas dia.

Berita lain untuk anda