Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing,S.I.K.,M.Si.

TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI- Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing,S.I.K.,M.Si mengabadikan pengalaman bertugas di negeri Cenderawasih ini melalui tulisan yang dibedah dalam sebuah buku.

Launching dan bedah buku Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing,S.I.K.,M.Si dengan judul “POLDA PAPUA BARAT MENYULAM NKRI, MERAWAT RASA AMAN” yang dikemas dalam Website Seminar (Webinar) berlangsung di Aula Arfak Convention Hall Mapolda PB, Senin (12/4/2021).

Tujuan dari penulisan buku ini yaitu memberikan mempersatukan NKRI dan merawat rasa aman kepada masyarakat di Tanah Papua untuk selalu memiliki rasa nyaman dan damai.

Bedah buku dengan penulis Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing,S.I.K.,M.Si secara virtual ini menghadirkan 5 narasumber yaitu, Prof. Dr. Paschalis Maria Laksono, M.A, Prof. Dr Muhammad Mustofa,MA, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si, Dr. Adriana Elisabeth M.Soc.Sc, Dr. J Kristiadi dan moderator Alya Rohali, S.H., M.H.

Selain itu, hadir juga di Aula Arfak Convention Hall Mapolda Papua Barat Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat serta para pejabat utama (PJU).

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing dalam keterangan persnya kepada wartawan usai mengikuti Webinar bedah buku mengatakan, dirinya merasa kurang ketika tugas di tanah papua ini tanpa mengabadikan dan dokumentasikan dalam sebuah tulisan.

“Pengalaman-pengalaman yang kita lakukan sayang kalau kita tidak abadikan dan tujuan dilakukan bedah buku ini untuk memberikan kontribusi kepada Polda serta akademisi untuk sama-sama kita memberikan pengetahuan tentang Papua yang sebenarnya.” Kata Irjen Pol Tornagogo Sihombing.

Dijelaskan jenderal polisi bintang dua ini bahwa dengan bedah buku ini maka membuka ruang untuk kedepan ada dialog untuk berbicara tentang papua. Terkait dengan judul buku “MENYULAM NKRI DAN MERAWAT RASA AMAN”

“Menyulam NKRI itu ada hal-hal yang memang kita perlu antisipasi untuk peradaban papua yang lebih baik kita tidak mau proses peradaban itu terkendala dengan adanya isu-isu kejahatan, separatisme dan miras, biarlah mengalir papua itu menjadi mozaid yang betul-betul perhatian dari NKRI.”ujar Kapolda.

Lebih lanjut dikatakan Tornagogo Sihombing bahwa merawat rasa aman yaitu proses peradaban jika tidak dilandasi dengan aman , keluhan masyarakat harus didengar dan harus setara.

“Nah ketika didengar keluhan masyarakat dan diberantas bersama untuk itu kejahatan-kejahatan yang ada seperti miras, lingkungan hidup maka tidak akan menjadi kendala dalam merawat rasa aman dan menyulam NKRI.” Pungkasnya.

Berita lain untuk anda