Masyarakat kampung Soroan distrik Ayamaru Barat kabupaten Maybrat kecewa dan memblokade jalan Maybrat-Sorong. Foto ones.

TEROPONGNEWS.COM, MAYBRAT- Masyarakat kampung Soroan distrik Ayamaru Barat kabupaten Maybrat kecewa dan memblokade jalan Maybrat-Sorong, buntut dari tarik ulur tempat pemakaman ketua Klasis Ayamaru, almarhum Pdt. Bastian Bleskadit, S.Th, M.Th.

Warga memblokade jalan dan meletakan krans bunga Turut Berduka Cita di tengah-tengah reruntuhan yang menutup jalan raya di kampung Soroan, Minggu (4/4/2021).

Yusuf Bleskadit, Tokoh Masyarakat sekaligus keluarga almarhum, mengaku kecewa akibat tarik ulur pemakaman almarhum Pdt.Bastian Bleskadit.

“Kami sangat kecewa, karena sudah disepakati bersama pihak keluarga dengan Klasis Ayamaru bahwa pemakaman almarhum Pdt Bastian Bleskadit dilakukan di halaman kantor Klasis Ayamaru di kampung Kambuaya distrik Ayamaru Timur kabupaten Maybrat, namun mengalami perubahan karena pihak keluarga Pdt Petrus Kambuaya tidak menghendaki untuk di makamkan di halaman kantor Klasis karena ada maksud lain,” ujar Yusuf Bleskadit.

Dikatakannya, jika memang pihak Klasis tidak menyetujui untuk makamkan di Kambuaya berarti mereka menyampaikan dari awal supaya pihaknya siap untuk makamkan almarhum di jemaat Paulus Soroan saja.

“Kami minta Bupati, ketua DPRD Maybrat dan pihak Klasis Ayamaru segera menemui kami pihak keluarga almarhum untuk mempertanggung jawabkan alasan mereka tidak menyetujui almarhum dimakamkan di Kambuaya, padahal almarhum Bastian Bleskadit selaku Tokoh Gereja yang jabatannya ketua Klasis Ayamaru, dan juga pejabat Gereja GKI di tanah Papua,” tegasnya.

Sesuai rencana pemakaman almarhum Pdt Bastian Bleskadit akan dilakukan di Sorong, pada hari Senin (5/4/2021) Pukul, 10.00 WIT. (Ones Semunya)

Berita lain untuk anda