Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, drg. Wendy Pelupessy, dan Kepala Dinas Pendidikan Fahmi Salatalohy, dalam rapat via aplikasi online bersama Kepala PAUD, TK, SD dan SMP se–Kota Ambon, Jumat (5/3/2021). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kota Ambon, rencananya, Selasa (9/3/2021), akan mulai menerima vaksinasi Covid 19 secara massal. Vaksinasi ini dilaksanakan guna antisipasi pembukaan proses belajar–mengajar secara tatap muka secara nasional pada bulan Juli nanti.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, vaksinasi merupakan kebijakan pemerintah pusat, untuk menghambat penyebaran virus. Olehnya itu, diharapkan dukungan dari semua pihak dalam menyukseskannya.

Untuk Kota Ambon, vaksinasi tahap pertama telah dilakukan kepada sumber daya manusia di bidang kesehatan, yakni para dokter, perawat, dan tenaga penunjang di fasilitas kesehatan.

Pasca vaksinasi tahap pertama tersebut tidak ditemukan laporan dampak kejadian ikutan yang mengkhawatirkan. “Ini semakin meyakinkan kita, bahwa vaksin Covid-19 ini telah terjamin keamanannya,” ujar Wali Kota kepada wartawan, di Ambon, Sabtu (6/3/2021).

Menurutnya, masyarakat harus bersyukur karena Indonesia menjadi salah satu negara yang tercepat dalam pelaksanaan vaksinasi, dimana produksi vaksin terbatas, dan negara–negara yang ada di dunia, berlomba–lomba untuk mendapatkannya.

Saat ini kebijakan vaksinasi tahap kedua tengah dilakukan bagi warga lanjut usia (lansia). Selanjutnya pemberian vaksin akan diikuti oleh komponen masyarakat dalam fungsi sebagai pelayanan publik, termasuk didalamnya para guru.

“Seiring dengan rencana pemerintah untuk membuka sekolah tatap muka, maka vaksinasi massal bagi para guru ini menjadi hal yang urgent dan penting untuk dilaksanakan, sehingga saya perlu menyampaikan bagi para kepala sekolah untuk disosialisasikan bagi para guru,” beber Wali Kota.

Untuk itu, Wali Kota berharap, rencana vaksinasi massal akan diikuti oleh semua guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk dukungan bagi pemerintah, dalam pengendalian penyebaran Covid-19, dan kesiapan melaksanakan proses belajar tatap muka.

Berita lain untuk anda