Dinas Kesehatan Kota Ambon, melakukan vaksinasi Covid-19 bagi lansia yang berlokasi di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Ina Kaka, Passo. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Menindaklanjuti edaran Menteri Kesehatan tentang vaksinasi Covid-19 bagi lansia, maka Pemerintah Kota Ambon lewat Dinas Kesehatan, melakukan vaksinasi Covid-19 bagi lansia yang berlokasi di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Ina Kaka, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy mengatakan, vaksinasi kepada masyarakat lanjut usia (lansia) dilakukan sesuai edaran yang dikeluarkan Pemerintah Pusat.

“Pemerintah sudah menganjurkan untuk bisa dilakukan vaksinasi kepada lansia 60 tahun ke atas. Jadi, setelah vaksinasi bagi tenaga kesehatan yang berusia 60 tahun keatas, mulai minggu ini sudah mulai dengan lansia di PTSW Ina Kaka,” ungkap dia kepada wartawan, di Ambon, Kamis (4/3/2021).

Rabu kemarin, lanjut Pelupessy, vaksinasi untuk lansia dilanjutkan di Kecamatan Sirimau, yang mana ada 14 pos di masing-masing desa, kelurahan dan negeri.

“Karena di tiap desa, kelurahan, dan negeri ada masing-masing satu pos, jadi nantinya ada 50 pos untuk kegiatan vaksinasi lansia. Mengapa kita buka pos tambahan ini, karena untuk lebih mendekatkan lansia ke pusat vaksinasi. Karena jika hanya berdasarkan Puskesmas dan rumah sakit hanya ada 29, yang terdiri dari 22 puskesmas. Tidak semua desa, kelurahan dan negeri ada Puskesmas,” tegas Pelupessy.

Vaksinasi di Kecamatan Sirimau akan dilakukan selama tiga hari, dan setelah itu vaksinasi akan dilakukan di Kecamatan Nusaniwe selama 3 hari. Sedangkan Kecamatan Baguala akan digabungkan dengan Kecamatan Teluk Ambon, yang mana vaksinasi akan dilakukan selama 2 hari.

“Walaupun telah ada jadwal vaksin di masing-masing kecamatan, para lansia tetap bisa lakukan vaksinasi Covid-19 di pos-pos yang ada,” ungkap dia.

Menurut Pelupessy, dari data BPS lansia di Kota Ambon berjumlah kurang lebih 29 ribu jiwa. Sesuai arahan Kementerian Kesehatan, untuk tahap awal vaksinasi targetnya 38 persen.

“Kita punya data lansia mandiri tingkat 1 tingkat 2 dan 3. Mandiri tipe A tingkat satu, yaitu mereka bisa jalan sendiri tanpa bantuan, bisa naik tangga tidak capek, sekitar 5 ribuan. Dengan demikian untuk awal vaksinasi lansia mandiri di Kota Ambon, sekitar 5 ribuan.

Untuk vaksinasi lansia di PSTW Ina Kaka, menurut Pelupessy, tercatat 51 orang, tapi belum tahu berapa banyak yang divaksin, nanti berdasarkan hasil skrining siapa yang bisa.

“Untuk lansia, kriteria yang ditanyakan saat skrining lebih banyak, ada tambahan 5 kriteria. Selain itu setelah suntikan pertama, lansia membutuhkan 28 hari untuk suntikan kedua. Hal ini berbeda dengan vaksinasi bagi usia 18-59 tahun, hanya berjarak 14 hari,” kata dia menjelaskan.

Untuk vaksinasi lansia, Pelupessy mengatakan, telah berkoordinasi dengan desa, kelurahan dan negeri, agar para lansia yang mau divaksin bisa datang ke tempat vaksin dengan membawa KTP. Nantinya didaftar secara manual, setelah itu akan dimasukkan dalam pendaftaran. Ini untuk mempercepat.

“Jadi untuk mobilisasi lansia untuk datangi tempat vaksinasi, menjadi tugas kades, lurah dan raja,” bebernya sembari menambahkan, untuk vaksinasi tahap dua ini, Kota Ambon mendapat 1.190 vial. 1 vial diperuntukan bagi 10 orang dengan dosis 0,5 mili.

Berita lain untuk anda