Pertemuan reses Anggota DPR RI H. Sulaeman L. Hamzah di RT.12 Polder, Merauke, Papua. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Anggota DPR RI Fraksi NasDem Dapil Papua, H. Sulaeman L. Hamzah sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Polder karena baru pertama bertatap muka untuk serap aspirasi.

Luasnya wilayah dan tanggung jawab untuk 29 kabupaten dan kota di Papua membuat belum semua mendapatkan kunjungan. Meski begitu, Sulaeman minta agar masyarakat tetap mempercayakannya sebagai wakil rakyat untuk perjuangkan setiap aspirasi.

“Saya minta maaf karena sejauh ini belum banyak berbuat di sini. Tapi saya usahakan membantu apa saja yang dibutuhkan dan kali ini saya datang untuk melihat apa yang dibutuhkan,” ucapnya di hadapan warga RT 21 Polder, Minggu (21/02/2021) dalam pertemuan, serap aspirasi masyarakat, dalam rangka kunker reses masa persidangan III Tahun sidang 2020-2021.

Warga yang dikunjungi rata-rata petani kecil seperti petani sayur dan penjaring ikan yang hanya menggunakan alat tangkap seadanya saja. Sementara kaum pria sebagai buruh kasar di Pelabuhan Merauke.

Keluhan yang diminta warga disanggupi H. Sulaeman untuk siap membantu. Di antaranya, alat tangkap yang lebih memadai, bantuan bibit sayuran dan nanti akan dibantu kebutuhan bagi anak-anak berupa alat permainan serta buku-buku bacaan.

“Kita datang kita usahakan bawa sesuatu yang diperlukan,” sebut Sulaeman.

Selain itu, untuk membantu petani sayur, Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah menjelaskan bahwa 42 calon kelompok penerima program pekarangan pangan lestari binaan Partai NasDem sudah dikirimkan ke Kementrian Pertanian untuk di verifikasi dan validasi, melalui aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah selaku Anggota Komisi IV DPR RI. Salah satunya adalah proposal permintaan dari petani sayur RT.21.

Setelah lolos verifikasi dan validasi kelompok penerima akan dibina Dinas Tanaman Pangan, Hotikultira dan Perkebunan Merauke.

“Kementrian Pertanian akan memberikan bantuan dana sebesar Rp 75 juta yang dilakukan selama tiga tahap. Ketika sukses dalam pelaksanaan program, akan ada tambahan sebesar Rp 15 juta pada tahun berikutnya sehingga menjadi Rp 90 juta,” tutur Fauzun.

Berita lain untuk anda