Peta penyebaran Covid-19. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Setelah sebelumnya berada di zona Merah, Kota Ambon berhasil kembali ke zona Orange penyebaran Covid-19. Demikian disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz kepada wartawan, di Ambon, Rabu (24/2/2021).

Menurut dia, Kota Ambon mengalami peningkatan 0,29 point dari minggu skor sebelumnya 1,76 menjadi 2,05 dan kembali masuk Zona Orange (resiko sedang). “Per tanggal 21 Februari 2021, Kota Ambon berpindah dari zona Merah ke zona Orange,” katanya.

Joy mengaku, beberapa waktu lalu Kota Ambon masuk pada zona merah penyebaran Covid-19, lantaran tingkat kematian yang cukup tinggi, sehingga berpengaruh pada penurunan skor. Namun saat ini telah kembali ke naik ke Zona Orange.

“Minggu lalu, skoring kita mengalami penurunan drastis, karena tingkat kematian cukup tinggi, namun kita bersyukur minggu ini kembali naik, sehingga kita sudah berada di zona Orange,” jelas Adriaansz.

Meski sudah masuk ke zona oranye, masyarakat tetap diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan yakni rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Selain itu, lanjut dia, untuk mengurangi resiko kematian, maka disarankan kepada masyarakat untuk sesegera mungkin memeriksakan kesehatannya di puskesmas atau faskes terdekat, jika memerlukan penanganan darurat.

“Tidak ada cara lain, hanya dengan mematuhi protokol kesehatan masyarakat dapat terlindungi dari penyebaran covid 19,” ungkapnya.

Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dibantu aparat TNI/Polri akan terus melakukan operasi yustisi dan mendisiplinkan masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan.

“Sanksi sosial dan rapid test di tempat jika ada kedapatan tidak memakai masker akan tetap dilakukan. Pemerintah tidak akan pernah lengah, untuk berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Itu sasaran prioritas,” tandasnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini total kasus positif Kota Ambon mencapai 4.557 orang, sementara yang sementara menjalani perawatan sebanyak 273 orang, sembuh sebanyak 4.224 orang, dan meninggal dunia sebanyak 60 orang.

Berita lain untuk anda