Cagar Alam Cykloop, Jayapura, Papua ( Nes/TN)

TEROPONGNEWS.COM, SENTANI – Direktur Yayasan Lingkungan Hidup (Yali) Papua, Deni Yomaki, meminta pemerintah daerah kabupaten Jayapura dan Provinsi Papua harus serius untuk mengedukasi masyarakat di sepanjang daerah penyangga kaki gunung Cykloop , agar tidak lagi ada perambahan dan perusakan.


Aktivis Penggiat lingkungan ini , menyampaikan sudah saatnya pemerintah tidak lagi membuat larangan atau aturan diatas kertas atau bentuk tulisan, karena menurutnya hal itu sudah tidak relevan dan kurang menyentuh atau menekan para perusak hutan di kawasan penyangga cagar alam Cykloop.

Deni Yomaki juga minta pemerintah sudah mulai memikirkan cara lain yakni dengan mengedukasi atau memberikan formula lain bagi warga perambah hutan cagar alam Cykloop.

“Saya pikir pemerintah tidak bisa hanya melarang-larang , tetapi pemerintah harus mengedukasi masyarakat yang hidup di sekitar. melibatkan masyarakat adat yang punya wilayah ,memberikan pengertian secara adat kepada semua penghuni yang tinggal di kawasan itu, dan bisa lakukan kerja sama dengan Gereja, ” ujar Deni Yomaki Direktur Yali Papua Minggu 24, Januari 2021.


Deni juga meminta Kepada pemerintah daerah kabupaten Jayapura secara serius untuk menyelamatkan cagar alam Cykloop , dengan membangun kerjasama narasi dengan pihak Adat maupun tokoh rohani.

“Pemerintah dan masyarakat adat bisa masuk bicara di gereja atau mesjid agar edukasi ini terbangun secara langsung, kalau hanya pasang-pasang papan larangan, himbauan lewat poster atau baliho, saya rasa kurang efektif ” katanya.


Pihaknya juga menyayangkan adanya intimidasi atau teror terhadap penggiat lingkungan di kawasan Cagar Alam gunung Cycloop. Ada intimidasi yang dialami oleh kelompok PPLH Sentani dan ini harus di tanggapi serius. Pihak Pemerintah dan penggiat Lingkungan diharapkan dapat berjalan bersama masyarakat adat dan gereja untuk terus mengkapanyekan hal ini.


Direktur YALI Papua ini sangat mengkawatirkan jika terus menerus terjadi penebangan secara besar-besaran di kawasan Penyangga Cagar Alam Cykloop, tanpa ada langkah pencegahan yang serius dikawatirkan akan terjadi dampak buruk yang lebih besar dari bencana banjir bandang yang pernah terjadi sebelumnya.

” Kalau kita tidak awasi penebangan liar di kawasan Cykloop secara terus menerus , maka efek buruk adalah akan terjadi bencana yang bisa saja lebih dasyat dari sebelumnya , sebab kita melihat di air terjun di Cykloop, material berupa batu-batu besar masih banyak di atas, kalau tidak ada yang menyangga di bawah dengan baik dan posisinya sudah tidak bisa bertahan kemungkinan yang lebih buruk akan terjadi lagi ” pungkasnya.

Berita lain untuk anda