Anggota DPR Papua Barat Febry Jein Andjar,S.E.,M.M

TEROPONGNEWS.COM,SORONG– Pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) yang mendunia dimana melanda Indonesia hampir setahun meresahkan di bidang kesehatan, perekonomian serta beberapa sektor lain berjalan ditempat bahkan terjadi kemunduran yang signifikan.

Dampak perekonomian sangat terasa dikalangan pengusaha UMKM yang mengakibatkan karyawan mereka dirumahkan cukup lama sehingga terjadi pengangguran atau hilangnya lapangan pekerjaan.

Untuk itu maka anggota DPR Papua Barat Febry Jein Andjar,M.M mengajak masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan vaksinasi kekebalan tubuh manusia yang telah dicenangkan pemerintah.

“Sebagai warga Negara yang baik wajib hukumnya mengikuti arahan dari pemerintah sesuai UU wabah maka saya pribadi menyatakan diri siap divaksin sinovac, karena itu semua warga Negara yang lain juga mari mendukung program pemerintah itu” kata Febry kepada media ini melalui telpon celulernya, Selasa (19/1/2021).

Dijelaskan Febry bahwa Presiden Joko Widodo bersama sejumlah pejabat Negara hingga ke daerah-daerah telah memberikan contoh pada saat menerima vaksin perdana pada tanggal 13 Januari 2021 lalu seharusnya telah menghapus keraguan semua masyarakat tentang khasiat dari vaksin sinovac ini.

Anggota komisi III DPR Papua Barat ini mengakui bahwa meski Presiden Jokowi telah mengambil barisan depan untuk memberikan contoh semua lapisan masyarakat bahwa penggunaan vaksin ini aman, namun dalam meyakinkan masyarakat butuh waktu.

“Oleh sebab itu pemerintah seharusnya bersinergi dengan elemen masyarakat seperti LMA, tokoh masyarakat, agama, pemuda dan lainnya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak ada keraguan lagi dan secara sadar bisa divaksin” himbau dosen Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) itu.

Legislator Papua Barat dua periode ini mengharapkan pihak-pihak lain yang memberikan opini untuk memprovokasi masyarakat bahwa vaksin sinovac bermasalah, pernyataan resmi harus melalui pemerintah.

Karena ketika kebijakan yang diambil pemerintah pasti sudah memikirkan dampak positif bagi masyarakatnya terutama dalam memutus mata rantai COVID-19 di Indonesia pada umumnya lebih khusus Papua Barat.

Pemerintah juga kata Febry harus terbuka bahwa vaksin sinovac ini harus diuji lagi atau seperti bagaiman sehingga dipahami oleh semua pihak, supaya mereka tidak terprovokasi dengan opini sesat yang disebarkan orang yang tak bertanggung jawab melalui pesan-pesan berantai.

“Mari kita sudahi pandemic ini, saya sebagai perwakilan masyarakat dan pengusaha UMKM terus terang merasa sangat berdampak dengan pandemic COVID-19 ini, kita jaga kesehatan yang baik maka tentu juga ekonomi akan membaik dan hal ini harus dilaksanakan dengan kesadaran kita masing-masing” pungkasnya.

Ditambahkan Febry bahwa setiap orang punya hak untuk menerima atau menolak vaksin kekebalan tubuh dari COVID-19 itu tetapi jangan mempengaruhi orang lain yang ingin divaksinasi dengan opin sesat.

Berita lain untuk anda