Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Albert Rapami. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Hingga akhir tahun 2020, Dana Desa (DD) untuk Kabupaten Merauke sudah tersalurkan di seluruh rekening KAS Kampung. Tapi, tidak semua kampung mencairkan dana tersebut.

Disalurkan dalam tiga tahap, tahap pertama, dan kedua 40 persen dan 20 persen tahap tiga dari total DD sebesar Rp 226.137.406.000. Alasan tidak tercairkan adalah untuk pekerjaan fisik, kampung harus menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) dana sebelumnya supaya bisa dicairkan dana berikut.

“Tahap pertama, Rp 90.455.362.400. Tahap dua, Rp 90. 455.362.400 dan tahap tiga Rp 45.227.681.200. Seluruhnya sudah masuk ke rekening KAS kampung,” terang Kepala Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Merauke, Albert Rapami, Selasa (05/01/2021) di Merauke.

Sedangkan jumlah Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disalurkan, untuk tahap 1, sebesar Rp 11.858.400.000 bagi 17.383 KK penerima. Tahap 2, karena terjadi dubpikasi data, maka mengakibatkan penurunan menjadi Rp 11.846.400.000 dan tahap 3, adalah Rp 11.123.450.000.

Lanjut kata Albert, jumlah keseluruhan BLT yang disalurkan untuk regulasi pertama masing-masing KK terima Rp600.000 dan kemudian regulasi kedua diturunkan menjadi Rp300.000. Begitu juga regulasi ke tiga Rp300.000/KK. Sehingga total seluruhnya yang disalurkan sebanyak Rp 74. 380.210.000 untuk 19.335 KK penerima.

“Semua kampung seluruh dana sudah kita salurkan, tapi tidak semuanya cair karena untuk kegiatan fisik kalau tidak dilaporkan laporan pertanggungjawaban tidak kita cairkan. Kalau BLT dimudahkan, hanya dua kampung yang tidak cairkan,” tutur Albert.

Berita lain untuk anda