Ketua DPC ALFI/ILFA Merajuk, Abi Bakri Al Hamid. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Asosiasi Logistik Forwading Indonesia (ALFI/ILFA) Merauke menilai belum ada peningkatan kinerja pelayanan di Pelabuhan Laut Merauke pasca adanya kenaikan biaya Terminal Handling Charge (THC).

Demikian ini disampaikan Ketua DPC ALFI/ILFA Merauke, Abi Bakri Al Hamid kepada wartawan, Senin (04/01/2021) di Merauke. Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya telah menyurati KSOP sebagai otoritas pelabuhan, guna melakukan evaluasi menyikapi kesesuaian kenaikan dan pelayanan di sana.

“Kami melihat belum ada perubahan pasca kenaikan THC di Pelabuhan. Kami sudah menyurati ke KSOP sebagai otoritas untuk mengevaluasi kinerja komponen di pelabuhan,” ucap Abi Bakri.

Perubahan dimaksud adalah baik proses handling/penanganan oleh Pelindo di lapangan maupun proses stripping/pemisahan oleh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di areal Pelabuhan Merauke.

“Ini belum ada perubahan dan tidak maksimal, padahal kenaikan cuku besar. Keadaan ini membuat arus barang terhambat, yang mestinya bisa lancar,” ungkap Abi lagi.

Menurutnya, sudah sepantasnya semua komponen terlebih khusus KSOP sebagai otoritas serius memperbaiki pelayanan di areal itu. Apa lagi wilayah selatan akan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Merauke sebagai pusat ibu kota Provinsi.

“Kami berharap seluruh komponen dapat serius meperbaiki pelayanan di pelabuhan. Karena sektor logistik jadi sektor pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga diperlukan pembenahan semua komponen di dalamnya,” pungkasnya.

Berita lain untuk anda