Kedua orang tua dan adik Js saat memberikan keterangan pers kepada awak media. (Foto:Ist/TN)

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Salah satu warga Kota Sorong, Papua Barat berinisial Js, harus meringkuk di balik jeruji besi setelah ditangkap polisi pada Kamis (14/1/2021). Js disangka sebagai bandar judi togel.

Kendati sudah sebelas hari menjadi pesakitan Satreskrim Polres Sorong Kota, hingga kini pihak keluarga belum mendapatkan kejelasan dari polisi perihal perkaranya. Untuk bertemu dengan Js pun, pihak keluarga dilarang oleh polisi.

Keluarga Js menyesalkan tindakan anggota Polres Sorong Kota dalam penangkapan ini. Hal tersebut diungkapkan Novi Dominggus selaku adik Js.

Menurut Novi, penangkapan terhadap Js oleh polisi tidak profesional. Js ditangkap tanpa disertai surat penangkapan dan tidak ada pemberitahuan lebih lanjut kepada pihak keluarga.

“Sampai hari ini kami tidak tahu kabar dan juga waktu penangkapan Js, serta penahanannya. Karena tidak ada surat pemberitahuan dari kepolisian, kami tidak tahu apa-apa tentang penangkapan kakak kami. Kami cuma dengar dari beberapa orang yang memberitahu bahwa dia ditangkap karena judi togel, dan bandar togel itu yang pertama kali kami tahu, ” jelas Novi kepada awak media di kediamannya di Rufei, Senin (25/1/2021).

Novi mengungkapkan, Js ditangkap di salah satu penginapan yang ada di kota Sorong pada sekitar pukul 02.00 WIT, disaat Js tengah terlelap.

Sebelum Js ditangkap, kata Novi, pada malam itu memang ada orang datang ke rumahnya sambil gedor-gedor pintu. Sejumlah orang yang diduga polisi itu, katanya mencari Js untuk melakukan klarifikasi.

“Tapi saya bilang tidak Js disini. Katanya mereka mau klarifikasi tapi tidak tahu tentang apa. Paginya saya dapat kabar dari Jakarta kalau ternyata Js sudah ditahan di Polres Sorong Kota, “tambah Novi.

Novi menuturkan, hingga saat ini pihak keluarga belum dapat menemui Js karena belum diperbolehkan oleh pihak kepolisian. Hal itu tentunya membuat Novi bertanya-tanya soal proses hukum yang tengah dijalani Js.

“Selama ini Js berperan sebagai tulang punggung dalam keluarga, tapi sekarang dia sudah ditahan kami tidak tahu lagi harus berbuat apa. Kami hanya minta keadilan agar kami bisa bertemu dengan Js untuk sekedar melihat kabar dan kondisinya. Sampai saat ini kami tidak bisa bertemu dengan Js maupun pihak penyidik, mungkin karena Covid-19, ” tutur Novi.

Disamping itu, pihak keluarga juga merasa pihak kepolisian tebang pilih dalam memberantas judi Togel yang di Kota Sorong. Sebab, judi togel sudah begitu marak dan terang-terangan dilakukan oleh warga Kota Sorong.

“Di Kota Sorong ini banyak kok yang jadi bandar Togel, ada lapak di mana-mana. Kenapa kakak saya saja yang ditangkap, padahal dia bukan bandar togel. Itu berarti polisi tidak adil, ” pungkasnya. **

Berita lain untuk anda