TEROPONGNEWS.COM, JAYAPURA – Staf Ahli Kementerian Perhubungam Republik Indonesia Dr. Ir. Chris Kuntadi mengaharapkan dengan beroperasinya Kapal Tol Laut di Pelabuhan Peti Kemas Depapre Kabupaten Jayapura mampu menjawab perputaran barang Ekonomis dari dan kelar Kabupaten Jayapura .

Hal itu di sampainkan Kuntadi saat menghadiri Soft Launching Layanan Perdana Tol Laut Trayek T-19 dan Operasional Pelabuhan Laut Depapre oleh Kementrian Perhubungan RI dan Bupati Jayapura , setelah mendatangkan kapal Tol Laut pihaknya bersama Pemerintah daerah telah menyediakan dermaga.

Tadinya tol laut yang hanya melayani wilayah Jawa, Sumatra dan sulawesi , dan Papua tetapi saat ini fokus pembangunan T-19 dari Papua ke Papua atau dari tempat yang surplus ke tempat yang mines .

“ Di Merauke mereka punya surplus beras , sedangkan di Jayapura devisit beras sehingga dari pada mereka kirim ke Jawa kemudian di kirim kembali ke sini dua kali kerja, kenapa terjadi karena disini belum ada dermaga sehingga dengan adanya dermaga ini beras dari merauke langsung ke sini, “ ujarnya Rabu (27/01/2021).
Sehingga sdengan kahadiran TOL Laut kata Kuntadi , bagaimana untuk mendistribusikan barang dari pelabuhan Depapre kabupaten Jayapura ke wilayah lain meski kondisi Jalan yang kurang bagus, sehingga pengaturan kapal Kontainer untuk komersil di bongkar di Jayapura, sementara tol laut sendiri khusus bongkar muat di wilayah Pelabuhan Depapre yang merupakan subsidi Pemerintah.

“Makanya pemerintah menyediakan TOL Laut dengan subsidi pemerintah supaya ada kapal setiap periode itu mondar -mandir dari Merauke sampai ke Depapre ,harapannya masyarakat setempat sudah dapat berpikir produk apa yang bisa di jual ke daerah lain , misalnya daging sapi potong sehingga pihak Pelni akan menyediakan kontainer yang ada pendinginnya , kemudian di kirim ke tempat lain “ Katanya.


Rute pengiriman barang yang menggunakan Tol laut jelas Kuntadi tidak saja dikirim antar wilayah di Papua , tetapi dapat di sambung dengan kapal Tol laut wilayah lain agar di kirim ke pulau Jawa, Sulawesi, dan sumatera , tol laut hanya menggunakan satu Kapal untuk rute antar wilayah di Papua dengan Jadwal sebulan 2 atau 3 kali menyinggahi pelabuhan Depapre,” jelasnya.


Berita lain untuk anda