Kegiatan pembukaan Rakersis yang berlangsung di gereja Diaspora Sorong. (Foto:Ist/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua Sorong-Manokwari menggelar Rapat Kerja Klasis (Rakersis) dan Rapat Kerja Komisi Pelayanan (Rakompel) wadah Kategorial, Kamis (21/1/2021).

Kegiatan yang berlangsung di gedung gereja Diaspora Sorong ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan yang ditandai dengan penabuhan tifa dan penyamatan tanda peserta.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan saat membuka Rakersis yang ditandai dengan penabuhan tifa. (Foto:Ist/TN)

Ketua Klasis GPI Sorong-Manokwari, Pdt. Philipus Yassu yang ditemui usai acara pembukaan Rakersis mengatakan bahwa, pelaksanaan Rakersis kali ini dirasa sangat spesial. Karena, meskipun masih dalam situasi pandemi COVID-19, pelaksanaan Rakersis tetap berjalan dengan lancar.

“Rakersis kali ini memang spesial, dalam arti kita masih dalam situasi COVID-19. Oleh karena itu program-program yang kita prioritaskan di dalam penyusunan program anggaran rakersis itu adalah pendampingan bagi umat, terutama bagi mereka yang terdampak dari COVID-19, “jelasnya.

Sebab, kata Philipus, di masa pandemi Covid-19 banyak warga kehilangan pekerjaan atau di PHK dari perusahaan mereka.

“Oleh karena itu di Rakersis tahun ini salah satu program yang kita akan lakukan adalah pengembangan ekonomi, dan ini sudah akan dimulai lewat anggaran provinsi dalam hal ini anggota legislatif dan jemaat-jemaat yang sekarang sudah bikin usaha peternakan ayam, dengan harapan bisa membantu masyarakat yang terdampak COVID-19, “kata Philipus.

Selain pengembangan ekonomi, di dalam program rakersis ini juga akan ada program pendampingan di bidang pendidikan bagi mereka yang membutuhkan bantuan pendidikan.

“Kita juga akan memberikan perhatian dan pendampingan pada sisi pendidikan. Maka dari itu kita sudah ada anggaran bantuan pendidikan bagi umat yang layak untuk dibantu, ” terangnya.

Tak hanya itu, di bidang ritual atau kegiatan ibadah juga akan diatur tata cara peribatannya, sesuai dengan anjuran pemerintah yakni dengan menerapkan protokol kesehatan

“Proses peribatan selama pandemi COVID-19 sempat terganggu, mengingat rumah ibadah sempat ditutup dan peribatan dilakukan secara online. GPI Sorong-Manokwari juga sudah melakukan workshop bagi Pemuda-pemuda. Mereka kelak akan menjadi relawan yang mengawal kebijakan pemerintah untuk kita disiplin 3M yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker, “pungkasnya.

Berita lain untuk anda