Berita

Survey IPS: Masyarakat Sebut Piet-Matret Sangat Pantas Pimpin Teluk Bintuni

×

Survey IPS: Masyarakat Sebut Piet-Matret Sangat Pantas Pimpin Teluk Bintuni

Sebarkan artikel ini
Direktur Riset IPS, Arman Salam mempresentasikan hasil survey terkait Pilkada Teluk Bintuni, Sabtu (5/12/2020) malam. (Foto:Tantowi/TN)

TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni masih menginginkan sosok Petrus Kasihiw MT dan Matret Kokop SH, kembali memimpin tanah Sisar Matiti. Keduanya disebut sangat pantas kembali menjabat sebagai Bupati-Wakil Bupati Bintuni periode kedua.

Aspirasi masyarakat ini tergambar dari hasil survey yang dilakukan Indonesian Presidential Studies (IPS), yang mendapati angka 65,8 % untuk tingkat kepantasan Piet – Matret memimpin Teluk Bintuni.

Direktur Riset IPS, Arman Salam SSI, MA menjelaskan, survey yang diselenggarakan pada akhir November 2020 ini, melibatkan 440 responden yang dipetik secara proporsional di 24 distrik yang ada di Teluk Bintuni dengan margin error sekitar 4,8 %.

Kepantasan Pasangan Calon adalah salah satu variable indikator survey yang disampaikan kepada responden. Ada tiga item yang menjadi pilihan; Pantas/Sangat Pantas, Kurang/Tidak Pantas dan Tidak Tahu/Tidak Jawab.

Responden diminta untuk menyampaikan, bagaimana posisi kedua pasangan kandidat Bupati-Wakil Bupati, Ali Ibrahim Bauw-Yohanis Manibuy (AYO) dan Petrus Kasihiw MT – Matret Kokop SH (Piet-Matret), yang akan bertarung pada 9 Desember 2020 nanti.

IPS melakukan petik suara dalam survey ini, dalam dua kali kesempatan. Periode September 2020 dan November 2020.

Baca juga : https://teropongnews.com/2020/12/dua-lembaga-survey-pastikan-piet-matret-kembali-pimpin-teluk-bintuni/

Pasangan kandidat Piet-Matret disebut Sangat Pantas untuk memimpin kembali Kabupaten Teluk Bintuni.

Untuk hasil survey bulan September, responden yang menyebut pasangan AYO Sangat Pantas untuk memimpin Teluk Bintuni sebanyak 54,60 %, Tidak Pantas 12,50 % dan Tidak Tahu/Tidak Menjawab 33,90 %.

Tragisnya, hanya berselang satu bulan angka kepantasan ini merosot saat dilakukan survey di bulan November, dengan hasil 44,6 %. Sementara status Tidak Pantas, justru naik menjadi  21,6 % dan yang Tidak Menjawab/Tidak Tahu sebanyak 33,7 %.

Hasil ini berbanding terbalik dengan hasil survey terhadap kandidat nomor urut 2, Piet – Matret. Di periode September 2020, kandidat petahana ini meraih status Sangat Pantas 51,00 %, Tidak Pantas 18,30 % dan Tidak Tahu/Tidak Menjawab sebanyak 30,80 %.

Saat survey di bulan November, persentasenya berubah menjadi 65,80 % (Sangat Pantas), 15,1 % (Tidak Pantas) dan 19,1 % (Tidak Tahu/Tidak Menjawab).

“Tren ini wajar terjadi ketika kandidat petahana mampu mengkomunikasikan hasil capaian pembangunan dan mampu menarasikan program-program di masa datang kepada masyarakat, selama masa kampanye,” ujar Arman Salam. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *