Prajurit Marinir saat melaksanakan latihan operasi pertempuran MUPE. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Prajurit Pasmar 3 Korps Marinir terlibat baku tembak dengan gerakan pengacau keamanan di kampung pesisir Wonosobo, Distrik Moisegen, kabupaten Sorong, Papua Barat, Selasa (8/12/2020).

Warga tiba-tiba dikejutkan oleh rentetan tembakan yang terjadi akibat adanya baku tembak antara ratusan prajurit Korps Marinir dengan musuh yang bersembunyi di rawa.

Prajurit Pasmar 3 Korps Marinir saat menyusuri sebuah rawa untuk menemukan musuh yang bersembunyi. (Foto:Mega/TN)

Kejadian tersebut merupakan bagian dari skenario latihan operasi pertempuran muara, rawa, sungai dan pesisir, atau juga disebut MUPE Pasmar 3 tahun 2020.

Dalam operasi pertempuran MUPE ini materi yang dilatihkan meliputi teknik tembak diatas perahu karet, menembak lorong reaksi di rawa, taktik patroli, kontak drill, teknik pelolosan, dan evakuasi. Kemudian diakhiri aplikasi lapangan melaksanakan raid amfibi, yaitu suatu serangan cepat dari laut, penghancuran SAS, dan pengunduran terencana

Komandan Brigade Infanteri 3 Marinir (Danbrigif 3 Mar) Kolonel Mar Edi Prayitno, S.M. mengatakan, tujuan dan sasaran latihan MUPE ini adalah untuk menguji kemampuan dan keterampilan prajurit petarung Brigif 3 Marinir, di wilayah perairan yang jauh dan sulit dilaksanakan dengan operasi lain.

“Sasarannya adalah agar Prajurit mampu melaksanakan manuver dengan mengutamakan faktor kecepatan dan pendadakan, ” ujar Danbrigif 3 Mar Kolonel Mar Edi Prayitno, S.M di sela-sela latihan.

Danbrigif 3 Mar menuturkan, tihan ini dilaksanakan selama sepekan di daerah Distrik Moisegen, kabupaten Sorong dengan melibatkan 398 Prajurit. Selama kegiatan, Prajurit ditekankan untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran covid-19 dengan melaksanakan physical distancing dan menggunakan masker.

Ratusan Prajurit Pasmar 3 Korps Marinir yang memaksa latihan operasi pertempuran militer. (Foto:Istilah/TN)

Menurut Danbrigif 3 Mar, latihan ini perlu dilaksanakan. Sebab, secara geografis Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia dan memiliki banyak sungai-sungai dan rawa.

Oleh karena itu, latihan ini dapat di eksploitasi dan dimanfaatkan secara maksimal untuk mencapai tugas pokok sehingga setiap hambatan, rintangan dan kendala yang menjadi ciri karakter daerah muara, rawa, sungai dan pesisir dapat diformulasikan menjadi suatu peluang dan celah penunjang keberhasilan pelaksanaan operasi.

‘’Maka dengan diselenggarakan latihan ini diharapkan satuan tempur yang berada di wilayah timur khususnya Papua Barat, akan lebih meningkat kemampuan dan profesionalismenya serta mampu menunjang keberhasilan tugas pokok Korps Marinir sebagai pasukan pendarat Amphibi,’’ pungkas Kolonel Mar Edi Prayitno, S.M.

Berita lain untuk anda