Ketua FKUB Kabupaten Sorong, KH Ahmad Sutedjo (kanan), menerima data nama-nama gereja di Kabupaten Sorong, usai berbincang ringan mengenai kerukunan antarumat beragama bersama Ketua PGGP, Pdt. Daniel Poerwono, Minggu (28/12/2020) sore. (Foto: Ist/TN)

TEROPONGNEWS.COM, AIMAS – Toleransi dan keberagaman menjadi trending topik yang saat ini sedang hangat diperbincangkan publik, menyusul adanya aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Isu ini semakin menguat, setelah Presiden Jokowi melantik Gus Yaqut sebagai Menteri Agama menggantikan Jenderal (purn) Fachrul Razi.

Terkait dengan isu itu, dua tokoh sentral yang menjadi bagian dari pengawal keberagaman dan toleransi beragama di Kabupaten Sorong, bertemu untuk berdiskusi kecil. Sembari minum kopi dan bakar ikan, KH Ahmad Sutedjo, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong dan Ketua Persekutuan Gereja Gereja di Papua (PGGP) Pdt. Daniel Poerwono, saling bertukar pikiran dalam menjaga kerukunan dan toleransi.

“Kami bertemu dalam suasana santai dan informal. Tapi banyak pokok-pokok pikiran yang penting dan serius kami diskusikan,” kata Daniel Poerwono kepada media ini, Minggu (28/12/2020).

Apalagi, kata Daniel, Kabupaten Sorong adalah penyumbang terbesar dari indeks tertinggi toleransi beragama yang diraih Papua Barat pada tahun 2019, yang dikeluarkan Kementerian Agama RI.

“Dengan prestasi itu, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mempertahankan, dan kalau bisa ditingkatkan lebih baik lagi,” tambahnya.

Sementara menurut Ahmad Sutedjo, pertemuan itu sekaligus kegiatan syukuran dari pengurus PGGP Sorong yang baru saja dilantik. Dalam kesempatan ini, Ketua PGGP menyerahkan daftar gereja yang ada di Kabupaten Sorong.

“Tidak ada agenda khusus. Hanya pertemuan biasa dan sekaligus syukuran pengurus PGGP yang baru,” kata Ahmad Sutedjo. **

Berita lain untuk anda