FGD di Swisbell Hotel Merauke. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Kementrian, Kelautan dan Perikanan mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) menggali potensi ekspor perikanan Kabupaten Merauke untuk peningkatan value yang berkelanjutan.

Tujuan FGD agar sektor kelautan dan perikanan menjadi sektor unggulan yang mampu meningkatkan kontribusi secara signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan daerah Kabupaten Merauke.

Untuk itu semua stake holder diundang mengikuti FGD, Rabu (16/12/2020) untuk menetapkan volume produksi baik dari sisi budidaya maupun peningkatan produk olahannya.

“Sehingga potensi kelautan dan perikanan yang besar di Kabupaten Merauke ini tidak berbelit tetapi langsung ke negara tujuan ekspor (china, Korea, Hongkong, Jepang dll) supaya produk lokal Merauke berdaya saing,” terang Koordinator Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir Rokhmin Dahuri, di Swisbel Hotel Merauke.

Dikatakan, potensi ikan di laut Arafura Merauke memiliki produksi paling besar di Indonesia. Rata-rata sekitar 2,6 juta ton per tahun dan Merauke sendiri punya jatah sekitar 700 ribu ton per tahun.

“Kita baru produksi 50.000 ton, jadi baru sekitar 16 persen. Artinya antara potensi yang tersedia masih sangat sedikit yang dimanfaatkan.

Di sini, ruang untuk mengembangkan pembangunan dan bisnis serta investasi di bidang kelautan dan perikanan masih sangat terbuka lebar, kata dia.

Lanjut disampaikan bahwa KKP punya target pendapatan nelayan minimal per orang Rp 4.500.000 per bulan. Sementara saat ini masih dengan tiga jutaan dan akan terus didorong hingga pendapatan yang sesuai.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze dalam sambutannya mengatakan setiap tugas dan tanggung jawab harus dilaksanakan dengan baik antara pusat dan daerah guna meningkatkan pembangunan secara nasional maupun daerah.

Merauke mempunyai potensi ikan yang harus dikembangkan dengan baik guna memperoleh nilai jual yang tinggi sesuai standarisasi serta pemenuhan regulasi.

“Ini harus kerja sama antara instansi terkait untuk menjadi tim yang solid.
Supaya kualitas ikan yang keluar dari sini punya brand yang bernilai jual ke luar Merauke,” ungkap Freddy.

Selain itu, pelanggaran di perbatasan wilayah perairan harus ditekan melalui sosialisasi yang baik bagi warga Papua, Merauke khususnya, sekaligus menekan ilegal fishing yang berasal dari negara lain.

Berita lain untuk anda