Serah terima pembangunan sarana air bersih di Kampung Selil dari PT. BIA. Foto-ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Setelah sekian lama bertahan hidup dengan bergantung pada air tadah hujan, kini kebahagiaan nampak dari wajah masyarakat yang tinggal di Kampung Selil, Distrik Ulilin Kabupaten Merauke, Papua karena tersedianya sumur sebagai sumber air terdekat.

Berdasarkan hasil kegiatan survey sosial yang dilakukan oleh perusahaan PT. Bio Inti Agrindo (BIA) bekerjasama dengan pihak independent, diketahui bahwa untuk mencukupi kebutuhan air selama ini, masyarakat Kampung Selil harus menempuh jarak ± 1 Km ke sumur alam.

judul gambar

Mereka mengambilnya menggunakan ember lalu dipikul menuju kampung. Hal tersebut karena tiap rumah belum memiliki sumur air guna mencukupi sumber air bersih untuk mandi, cuci, memasak hingga minum.

Ditambah lagi karena bersumber dari alam, ketersediaan air tidak dapat dipastikan terlebih lagi sumur alam akan kering saat musim kemarau.

“Per November 2020 ini, akhirnya 128 jiwa penduduk yang tinggal di Kampung Selil dapat menikmati air bersih yang mengalir langsung ke keran rumahnya masing-masing,” ujar Manager Humas PT BIA Merauke, Dedi Arapenta Purba di Merauke, Selasa (22/12/2020).

Lanjut, kata Dedi, Program Pembangunan Fasilitas Sumur Bor beserta instalasinya diinisiasi oleh PT. Bio Inti Agrindo sebagai wujud nyata kepedulian perusahaan pada masyarakat sekitar yang seiring sejalan dengan prinsip corporate citizenship yang dianut POSCO International sebagai induk perusahaan PT. Bio Inti Agrindo.

Survey awal kegiatan ini dilakukan oleh perusahaan pada Juli 2020 lalu, dilanjutkan berdiskusi dengan masyarakat dalam mengembangkan rencana pembangunan fasilitas sumber air.

Lalu, disepakati bahwa dalam pengerjaan proyek ini akan menggunakan tenaga kerja lokal dari masyarakat Kampung Selill sendiri. Sedangkan, pengangkutan material dari kota menuju kampung menggunakan alat transportasi sungai (Speed Boat) milik masyarakat yang disewa oleh perusahaan.

“Menara air yang dibangun berdaya tampung 4.400 liter dengan jaringan distribusi yang mengalir ke 47 rumah masyarakat di Kampung Selil. Dengan melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja, diharapkan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun ini,” sambungnya.

Kedepan, kata Dedi, program pengembangan kampung akan terus diwujudkan, diantaranya pemberian beasiswa yang adil dan transparan bagi anak-anak berprestasi kurang mampu dan juga peningkatan sarana Kesehatan Kampung.

Berita lain untuk anda