Ilustrasi Perceraian. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, TERNATE – Angka perceraian di Kota Ternate, selama tahun 2020 mengalami penurunan, jika dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun 2020 sendiri, ada sebanyak 312 kasus perceraian. Sementara untuk tahun 2019 sebanyak 544 kasus.

“Yang jelas, angka tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan,” kata Panitera Hukum Pengadilan Agama Kelas IA Kota Ternate, Andi Wanci melalui petugas pelayanan, Yaya kepada wartawan, di Ternate, Rabu (30/12/2020).

Faktor ekonomi, menurut dia, yang menjadi pemicu tingginya angka perceraian. Apalagi, di masa pandemi Covid-19. Rata-rata angka perceraian itu didominasi pasutri umur 30 tahun dan pasangan baru.

“Itu faktanya. Mungkin karena pasangan baru atau masih muda, sehingga emosionalnya masih sangat tinggi. Ekonomi mungkin dijadikan alasan saja,” beber dia.

Dia mengaku, pihaknya selalu berupaya untuk memediasi kedua belah pihak yang mengajukan cerai. Namun sayangnya, angka rujuk kembali sangat kecil.

“Bukan hanya kekerasan fisik, tapi lebih pada soal pemberian nafkah, sehingga menimbulkan kekerasan batin dan depresi,” tandas dia.

Berita lain untuk anda