Bupati Merauke, Frederikus Gebze menandatangani prasati Sirkuit Balap Motor Fregeb Waninggap Sai Gau Tak, di Kebun Coklat Merauke. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Sirkuit Balap Motor Fregeb Waninggap Sai Gau Tak yang berlokasi di Kebun Coklat, Distrik Tanah Miring Merauke, Papua akhirnya diresmikan oleh Bupati Merauke, Frederikus Gebze, Jumat (13/11/2020).

Total anggaran pembangunan sirkut balab motor ini senilai Rp 95.382.800.7.000 (sembilan puluh lima miliar tiga ratus delapan puluh dua juta delapan ratus ribu tujuh ribu rupiah). Dengan luasan area 26,5 hektare, yang terdiri dari road race 16,5 hektar, motor cross 6,2 hektar dan ruang terbuka 3,8 hektar.

“Waktu pembangunan selama 303 hari yang dikerjakan sejak 2 Desember 2019 sampai 30 September 2020 dalam kontrak tahun jamak (dua tahun anggaran pada APBD 2019 dan APBD 2020),” sebut ketua panitia pembangunan sekaligus Kepala Dinas PUPR Merauke, Ir. H.B.L. Tobing, M. Eng dalam laporan panitia peresmian sirkuti itu.

Bangunan Megah Karya ini dibangun diatas tanah milik almarhum Geradus Kaize dan dikerjakan oleh Kontraktor PT. Bangun Persada Papua Raya dengan Konsuktan PT. Makrothokimia Eirene Consultant serta subkontrak yang melibatkan perusahaan kecil lainnya.

Tobing mengatakan, Sirkuit Balap Motor adalah sirkuit pertama yang dibangun di Indonesia bagian Timur dan merupakan sirkuit kebanggan Papua. Pastinya, akan membuka peluang untuk even nasional bahakan internasional diselenggarakan di Merauke.

Dikatakan, sirkuit ini harus dikelola secara khusus, maka usai diresmikan akan diserahterimakan ke Bagian Umum Setda Kabupaten Merauke untuk memperhatikan operasionalnya.

“Dengan adanya sirkuit ini bisa melahirkan pembalab berbakat dari Merauke dan Papua pada umumnya sehingga mampu bersaing dengan pembalab nasional,” harap Tobing.

Secara pribadi, Ir. H.B.L. Tobing menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Merauke karena di penghujung masa baktinya yang akan berakhir pada 31 Desember 2020, Bupati telah memberikan kesempatan kepadanya untuk menyelesaikan pembangunan proyek megah karya ini.

“Saya sangat bangga karena proyek megah karya ini diselesaikan di akhir masa bakti saya sebagai sirkuit kebanggan kita bersama,” ucapnya dengan bangga.

Rasa bangga juga disampaikan Bupati Merauke, Federikus Gebze sebelum meresmikan sirkuit melalui penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Kata Freddy, pembangunan mega proyek ini adalah kebanggaan dan harga diri.

“Kenapa, karena PON dilaksanakan di lima wilayah di Papua. Merauke berani mengambil resiko dan membuahkan hasil,” tutur Freddy.

Hadirnya bangunan megah karya ini diharapkan tidak ada lagi balaban liar di Kota Merauke. Talenta dapat dikembalikan melalui fasilitas yang sudah disipakan pemerintah.

Selain itu, untuk operasional sirkuit, Freddy minta berdayakan anak asli Papua atau masyarakat di sekitar sirkuit. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung pembangunan.

“Asset negara, harus dijaga bersama untuk pemanfaatan bersama,” pungkasnya.

Peresmian diakhiri dengan percobaan membalap yang dilakukan oleh Bupati, pimpinan Forkopimda yang diwakili.

Berita lain untuk anda