Syamsudin Seknun, anggota DPRD Papua Barat yang juga menjadi konsultan politik Piet – Matret dalam Pilkada Teluk Bintuni, saat melakukan orasi politik dalam Kampanye Bersama di Posko Besar Kampung Idut, Distrik Manimeri, Senin (15/11/2020). (Foto: Tantowi/TN).

TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni yang akan berlangsung serentak pada 9 Desember 2020, terasa kurang menggigit karena tidak imbangnya para kandidat yang naik panggung.

Ir. Petrus Kasihiw MT – Matret Kokop SH, Bupati dan Wakil Bupati Bintuni yang kembali maju untuk memimpin periode kedua, tidak mendapatkan lawan yang seimbang.

“Pada kesempatan periode kedua ini, kita seperti bertarung tanpa ada lawan. Ini karena lawan kita tidak sepadan. Makanya saya jarang jalan ikut turun kampanye dengan PMK2. Karena semua kekuatan Piet-Matret sudah terukur dengan jelas,” kata Syamsudin Seknun, konsultan politik PMK2 jilid 2, saat melakukan orasi politik dalam Kampanye Bersama di Posko Besar Kampung Idut, Senin (15/11/2020) malam.

Seperti diketahui, dalam pesta demokrasi pilkada Kabupaten Teluk Bintuni, terdapat dua kandidat yang bertarung. Kandidat nomor 1 adalah Ali Ibrahim Bauw – Yohanis Manibuy (AYO), dan nomor urut 2, Ir. Petrus Kasihiw – Matret Kokop (Piet-Matret) atau PMK2.

Dari dua kandidat itu, menurut Syamsudin Seknun, kekuatan Piet – Matret terlalu kuat untuk dilawan. Dari survey yang dilakukan konsultan politik PMK2, mayoritas masyarakat Teluk Bintuni masih menginginkan Piet-Matret untuk kembali memimpin Teluk Bintuni.

“Ini karena selama periode pertama memimpin, Piet-Matret telah berbuat banyak dalam membangun Bintuni. Baru 3,5 tahun memimpin, sudah banyak bukti pembangunan yang dirasakan masyarakat,” kata Seknun.

Menurutnya, program pembanguna Piet-Matret terbukti, meski ada yang menyangkal, termasuk pensiunan kepala dinas yang pernah ikut bersama-sama Piet – Matret membangun.

“Tapi tidak apa-apa. Kalau hanya 4 orang yang pergi, akan ada19 ribu yang akan datang bergabung dengan PMK2 Jilid2,” kata Seknun.

Syamsudin Seknun yang juga anggota DPRD Papua Barat ini, berterima kasih kepada partai-partai besar yang sudah bergabung dalam koalisi pelangi, untuk mewujudkan visi misi besar Gubernur Papua Barat yang diadopsi oleh Piet-Matret di Bintuni periode kedua.

“Dalam waktu dekat Pak Dominggus Mandacan, Ketua DPW Nasdem yang juga Gubernur Papua Barat, akan melakukan safari politik di Bintuni, dari pantai sampai gunung, untuk memenangkan pertarungan pilkada serentak 9 Desember 2020,” tandas Syamsudin Seknun.

Sementara Petrus Kasihiw menambahkan, kandidat Piet-Matret adalah batu karang yang tangguh, yang tidak bisa digoyang dengan percikan air.

Tanda-tanda kemenangan PMK2 untuk maju di jilid 2 itu, selain besarnya arus gelombang masyarakat yang mendukung, juga mulai muncul isyarat sejak pengundian nomor urut di KPUD Bintuni.

Kata Piet, saat Matret Kokop mendapat kesempatan untuk mencabut nomor undian untuk mencari siapa yang duluan mengambil nomor urut, Matret mendapat nomor undian 9. “Ini sebuah isyarat awal, bahwa kami akan menang dalam pilkada tanggal 9 Desember 2020,” kata Piet.

Isyarat kemenang berikutnya, lanjut Piet, saat dirinya mendapat giliran mencabut nomor urut kandidat. Piet mendapatkan nomor urut 2, yang itu dinilai Piet-Matret sebagai isyarat akan memimpin Teluk Buntuni untuk dua periode, melalui pemilihan tanggal 9 Desember 2020.

“Sebagai orang yang beriman, saya mengimani apa yang sudah ditunjukkan oleh Tuhan. Untuk itu, mari kita semua bergabung dengan PMK2 agar pembangunan ini bisa dilanjutkan di Jilid2,” tandas Piet. **

Berita lain untuk anda