TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, yang sering dijuluki kota minyak atau kota bersama, ternyata banyak menyimpan potensi wisata alam yang layak untuk dikunjungi bersama keluarga.

Salah satu destinasi piknik yang ada di gerbang masuk kawasan kepala burung Papua Barat ini, terletak di seputaran HBM. Namanya Gunung 400.

Salah satu pengunjung saat berfoto di bawah gunung 400 HBM. (Foto:Mega/TN)

Lokasinya ada di Jalan Juang RT 003 RW 008, Kelurahan Remu Utara HBM, Kota Sorong. Untuk sampai keatas gunung, pengunjung harus memarkirkan kendaraan mereka di salah satu halaman rumah penduduk sekitar. Kemudian berjalan kaki sejauh 400 meter untuk bisa sampai ke atas gunung.

Walau nafas terengah-engah dan kaki terasa pegal selama berjalan kaki atau mendaki gunung tersebut, namun seketika lelah itu seketika hilang saat berada di atas puncak.

pengunjung saat menaiki gunung 400 HBM. (Foto:Mega/TN)

Gunung 400 HBM menawarkan pemandangan Kota Sorong dari atas gunung, pemandangan sunsetnya juga tidak kalah memukau. Apalagi saat memasuki waktu malam, kerlap-kerlip cahaya lampu kota begitu jelas terhampar dari atas gunung.

Pengunjung saat befoto diatas gunung 400 HBM pada sore hari. (Foto:Mega/TN)

Pengelola tempat wisata gunung 400 HBM, Rivaldo Rumbewas mengatakan, ide untuk membuat spot wisata diatas gunung terinspirasi dari tempat wisata yang ada di Malang.

“Kebetulan ide ini saya dapat pas saya kuliah Malang, karena di Malang kan penghasilan wisatanya paling banyak. Hobi saya juga traveling dan suka mengunjungi tempat wisata di sana. Saya sering ajak orang-orang kesana seperti pergi ke Coban Rondo, wisata gunungnya dan masih banyak lagi, ” ujarnya saat ditemui media ini belum lama ini.

Pengunjung saat befoto diatas gunung 400 HBM pada malam hari. (Foto:Mega/TN)

Pria yang mengambil jurusan informatika di Universitas Merdeka (Unmer) Malang ini juga mengungkapkan, sekembalinya dari kota studi itu, ia pun kembali berkumpul bersama keluarganya di Sorong.

Menjelang Natal, ia melihat para remaja hendak membuat pondok Natal di atas gunung. Dari situ lah Rivaldo mempunyai ide kreatif untuk mengubah sebuah pondok Natal menjadi spot wisata seperti yang ada di Malang.

salah satu spot foto di atas gunung 400 HBM. (Foto:Mega/TN)

“Adik-adik di sini mereka mau buat pondok Natal, kemudian saya lihat sepertinya bisa dibuat lebih dari itu. Kebetulan saya punya ilmu juga ada di bagian pemasaran, saya punya ide untuk buat ini jadi spot wisata. Maksudnya kenapa kita tidak kreatif saja buat inovasi dan terobosan yang baru,”ungkapnya.

Terobosan seperti itu di buat untuk mengisi waktu luang remaja-remaja sekitar setelah melakukan proses belajar mengajar selama di rumah akibat dari pandemi COVID-19.

“Mereka yang buat ini semuanya kelahiran tahun 2002 keatas. Karena adik-adik juga masih muda dan pas pandemi corona begini kan sore hari hanya main bola sampai malam, setelah mereka belajar online di rumah, jadi mending saya ajak untuk kembangkan kreatif mereka,”kata Rivaldo.

suasana malam hari diatas gunung 400 HBM. (Foto:Mega/TN)

Biaya untuk pengelolaan tempat itu, katanya, diperoleh dari hasil uang tiket yang dibayarkan pengunjung. Rivaldo tidak merengek ke orangtuanya, maupun meminta ke pemerintah daerah.

“Sama sekali tidak minta dari orang tua ataupun pemerintah. Jadi saya sama adik-adik mengelola dari pendapatan tarif pengunjung. Tarif awal kita taruh Rp. 5.000, kemudian kita minta kita promosikan tempat ini di instagram. Kebetulan kita punya instagram namanya gunung 400 HBM, “terangnya.

Saat ini, tarif yang dipatok untuk menikmati panorama Kota Sorong dari puncak Gunung 400, pengunjung harus merogoh kocek Rp 10.000 per orang. Cukup terjangkau. Wisata gunung 400 HBM baru dibuka 1 bulan yang lalu atau tepatnya 29 September 2020.

Walau masih dalam tahap proses, tempat tersebut sudah ramai dikunjungi warga untuk berswafoto, atau hanya sekedar menikmati pemandangan kota Sorong dari atas gunung. Rivaldo berharap, tempat wisata gunung 400 HBM mendapat sentuhan dari pemerintah, seperti alat penerangan. Sebab, jam buka tempat tersebut bisa sampai pukul 22.00 WIT di hari libur.

Salah satu pengunjung saat bersantai di gunung 400 HBM. (Foto:Mega/TN)

Tenang saja akan situasi keamanan selama berada di lokasi. Sebab, daerah tersebut dekat dengan pemukiman warga. Selain itu, pengelola juga sudah bekerjasama dengan RT setempat.

“Kita belum mendapat sentuhan dari pemerintah, dari kami mungkin bisa di bantu seperti bayar kabel atau lampu agar ada penerangan karena kita buka sampai malam. Hari biasa sampai pukul 20.00 WIT, kalau weekend atau Sabtu- Minggu sampai pukul 22.00 WIT, ” pungkasnya.

Pengunjung juga tak perlu khawatir saat merasa lapar dan haus, karena bisa memesan langsung makanan dan minuman di lokasi itu.

“Saya baru pertama mengunjungi tempat ini, diajak juga sama teman saya. Tempatnya indah, bisa melihat pemandangan kota Sorong dari ketinggian. Lebih indah lagi saat malam hari, kelap-kelip lampunya bagus sekali,” kata salah satu pengunjung bernama Ira di lokasi itu.

Berita lain untuk anda