Puluhan guru di Kota Kendari mengikuti simulasi berskala besar Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kamis (5/11/2020). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, KENDARI – Sebanyak 40 guru di Kota Kendari mengikuti simulasi berskala besar Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kamis (5/11/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Kendari, Makmur mengaku, simulasi UBKD ini merupakan upaya Kemendikbud RI, untuk mempersiapkan asesmen secara nasional tahun 2021.

Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 20 Sekolah Dasar (SD) yang telah diseleksi Disdikpora, dan nantinya mereka akan menjadi pemandu bagi SD lain di Kota Kendari.

“Ini akan berisi bagaimana memandu teman-teman guru dalam penyusunan soal-soal berbasis Higer, Order, Thinking Skill (HOTS). Ini nanti jadi acuan guru untuk mempersiapkan siswanya nanti,” jelasnya dalam rilisnya yang diterima Teropongnews.com.

Selain melatih para guru, Disdikpora juga nantinya akan menyediakan fasilitas jaringan internet dan komputer atau laptop pada sekolah yang ditunjuk.

Selain guru SD, 20 guru SMP juga melakukan hal yang sama di pusatkan di SMP Negerk 9 Kendari.

Mantan Asisten 1 Pemkot Kendari ini mengatakan, untuk SD simulasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan, sedangkan SMP sudah yang ke empat kalinya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Kendari, Muhdar Alimin mengatakan, guru yang mengikuti simulasi ini adalah guru kelas lima.

Dia menjelaskan, soal yang diberikan nantinya, bersifat aplikatif berkaitan dengan kemampuan membaca dan menghitung.

“Anak-anak diajak menganalisa tidak hanya memilih pilihan ganda, tapi siswa juga diajar menguasai komputer,” tuturnya.

Terkait kegiatan ini Disdikpora Kota Kendari tahun 2020 ini telah menyalurkan bantuan laptop, untuk guru pada 55 sekolah dan bantuan komputer pada 18 sekolah.

Dia berharap, bantuan ini bisa digunakan secara maksimal dalam pembelajaran daring atau belajar dari rumah di masa pandemi Covid-19 ini.

Berita lain untuk anda