Proyek air baku Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua di Danau Sentani. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, SENTANI – Proyek air baku Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua di Danau Sentani, ternyata tidak sesuai dengan keinginan Dewan Adat Suku Sentani (DASS).

DASS bahkan menilai, proyek itu sudah keluar dari perencanaan awal. Pasalnya, perencanaan awal adalah, proyek air baku ini dibangun di kampung Puay dan Yokiwa.

Mengingat, sungai Itauw Fili yang berada tepat di pembuangan akhir Danau Sentani, dianggap cukup strategis, untuk menjaga volume air danau tidak turun, akibat penyedotan dari pembangunan oleh BWS Papua, dan PDAM Jayapura tersebut.

“Apa yang dimaksudkan DASS, karena melihat fenomena alam yang terjadi di wilayah Sentani, baik saat musim kemarau maupun penghujan. Nah, kondisi air danau tetap turun, bahkan mencapai 50 cm dari batas normal air danau. Hal ini berdampak pada kondisi keramba-keramba warga, yang terpasang di Danau Sentani ikut kena imbas turunnya debit air danau,” kata Wakil Ketua DASS, Orgenes Kaway kepada Teropongnews.com, di Sentani, Minggu (1/11/2020).

Orgenes Kaway yang juga anggota DPRD Provinsi Papua dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua menyimpulkan, jika kondisi penurunan air danau yang terjadi, akibat adanya pemasangan pipa air baku yang di pasang di wilayah Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.

“Untuk mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi terhadap keberlangsungan Danau Sentani kedepan, kami akan mengambil langkah untuk menyampaikan kepada pihak pengelola Air Baku Danau Sentani, untuk segera menghentikan proses penyedotan air dari Danau Sentani, agar tidak terjadi penurunan debit air kedepan,“ tegas dia.

Sebelumnya, tokoh adat Sentani dan juga Port Numbay, Rudy Mebri mengkhawatirkan proyek Aair baku yang di bangun oleh BWS Papua di Danau Sentani, akan mengancam eksistensi masyarakat, yakni turunnya debit air dan ancaman kekeringan di kemudian hari.

“Apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan pembangunan air baku di Danau Sentani sangat positif bagi pembangunan daerah, apalagi menuju event Nasional PON 2021 mendatang, tetapi seharusnya sebelum pembangunan air baku itu, berbagai elemen masyarakat harus dilibatkan,” kata dia.

Berita lain untuk anda