Kapolsek Aranday, Iptu Nasrun, memantau kampanye kandidat AYO di Distrik Weriagar. (Foto: Tantowi/TN)

TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Buntut dari insiden posko induk pemenangan Ir. Petrus Kasihiw-Matret Kokop (Piet-Matret) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni di Kampung Kalitami II Distrik Kamundan, aparat kepolisian melarang Joko Linggara, Ketua DPC PPP Bintuni masuk ke Distrik Weriagar.

Alasannya, larangan ini demi menjaga keselamatan Joko Linggara setelah dia menjadi pelaku pemukulan terhadap Amatus Frabun, salah seorang pendukung Piet-Matret di Distrik Kamundan. “Kami mencegah agar tidak terjadi hal yang lebih buruk terhadap Pak Joko Linggara,” kata Iptu Nasrun, Kapolsek Aranday kepada media ini, Rabu (11/11/2020).

Baca juga : https://teropongnews.com/2020/11/tim-ayo-kampanye-di-kamundan-ketua-ppp-menganiaya-simpatisan-pmk2/

Distrik Weriagar adalah salah satu tempat keluarga besar marga Frabun Suku Sebyar tinggal. Amatus Frabun dipukul oleh Joko Linggara, di sela-sela kampanye yang dilakukan kandidat Ali Bauw-Yohanis Manibuy (AYO) di Distrik Kamundan pada Selasa (10/11/2020). Insiden pemukulan ini terjadi di posko induk pemenangan PMK2 di Kampung Kalitami II, Distrik Kamundan.

Keluarga besar marga Frabun mengaku kesal dengan kejadian itu. Bahkan, Benyamin Frabun yang menjadi salah satu tokoh masyarakat Suku Sebyar, berangkat dari Distrik Weriagar ke Distrik Kamundan, untuk menyelesaikan ersoalan tersebut. “Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Kami minta aparat kepolisian memproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Benyamin Frabun.

Sementara setelah melakukan kampanye di Distrik Kamundan, tim AYO melakukan kampanye di Weriagar pada hari Rabu, (11/11/2020). Kapolsek Aranday yang turun langsung dalam pengamanan kegiatan tersebut, melarang Joko Linggara tidak ikut rombongan AYO ke Weriagar, meski posisi dia sebagai Ketua DPC PPP, salah satu partai pengusung AYO.

“Lebih baik kami mencegah sesuatu yang lebih buruk terjadi. Pertimbangannya murni faktor keamanan bersama,” tandas Kapolsek. **

Berita lain untuk anda