Aparat gabungan TNI/Polri amankan unjuk rasa di kota Sorong. Foto Wim/TN.

TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Unjuk Rasa berujung anarkis dilakukan sekelompok masyarakat yang diduga menuntut Papua merdeka di kota Sorong Papua Barat, akhirnya dibubar paksa oleh aparat gabungan TNI/Polri.

Aparat gabungan TNI/Polri, terdiri dari Brimob Detasemen B Pelopor Sorong, BKO Brimob Jawa Timur, anggota Polres Sorong Kota serta anggota Kodim 1802/Sorong bersama anggota Marinir.

“Kemarin kami mendapat informasi bahwa akan dilakukan aksi demo yang dilakukan oleh kelompok masyarakat yang menamakan dirinya kelompok Negara Republik West Papua New Guinea,” ujar Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan., S.I.K, kepada wartawan di TKP, Sabtu (27/11/2020).

Polisi amankan salah satu pengunjuk rasa di Sorong. Foto Wim/TN.

Dikatakan, personel gabungan TNI/Polri telah melakukan patroli keliling kota Sorong, sekaligus memasang anggota di tempat-tempat yang dianggap basis massa.

Ari Nyoto juga menyebutkan, sampai pagi tadi situasi kota Sorong masih ramai lancar oleh kendaraan. Kondisi kota aman, namun tiba-tiba ada kelompok masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan longmarch ke kantor Wali Kota Sorong.

“Kita sudah melakukan upaya dengan mengimbau agar kelompok masyarakat tersebut tidak melakukan kegiatan. Namun, mereka terimanya lain, sehingga terjadi gesekan dengan aparat. Akibatnya beberapa orang berhasil kita amankan,” ungkapnya.

Aksi yang berujung anarkis dengan melakukan pelemparan batu ke arah aparat itu, menurut Kapolres Sorong Kota, pihaknya langsung lakukan upaya penindakan sejak pagi sampai bubar sekitar pukul 13.30 WIT.

Sebanyak 5 orang pengunjuk rasa berhasil diamankan aparat Kepolisian, karena dianggap telah melakukan provokasi terhadap peserta unjuk rasa lainnya.

Kini kelima pengunjuk rasa tersebut, telah diamankan di tahanan Polres Sorong Kota, sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada wartawan, Kapolres AKBP Ari Nyoto, akan mengantisipasi tanggal 01 Desember mendatang, dengan cara maksimalkan pengamanan dan menempatkan personel dibeberapa titik. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka pihaknya akan maksimal pengamanan untuk menghadapi situasi tersebut.

Berita lain untuk anda