TEROPONGNEWS.COM, MANADO – Penanganan dampak bencana alam di Sulawesi Utara, seperti banjir dan tanah longsor, memerlukan keterlibatan semua pemangku kepentingan terkait, khususnya menjelang pelaksanan Pilkada Serentak serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang sudah di depan mata.

Hal tersebut diungkapkan Pjs. Gubernur Sulawesi Utara, DR. Drs. Agus Fatoni, M.Si saat menjadi Inspektur Upacara dalam Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Simulasi Penanggulangan Bencana Menjelang Pilkada, Natal dan Tahun Baru di Sulut yang digelar di Kawasan Megamas, Jumat (20/11/2020).

Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda, relawan, organisasi kemasyarakatan serta para stakeholder terkait lainnya. Untuk itu, Pjs. Gubernur mengucapkan rasa terimakasihnya untuk para peserta yang hadir.

“Saya juga memberikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, relawan dan seluruh stakeholder yang telah berpartisipasi mulai pada tahap perencanaan sampai dengan terselenggaranya kegiatan ini. Olehnya itu, senantiasa diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik antar semua unsur yang ada.” ujar Fatoni.

Fatoni mengajak seluruh masyarakat Sulut, untuk bersama-sama bahu-membahu dalam mengantisipasi potensi serta dampak bencana, terlebih mengingat saat ini daerah Sulawesi Utara sudah memasuki musim penghujan.

Dihimpun dari data BMKG Sulut, akhir tahun ini daerah Nyiur Melambai akan memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi. Itu artinya, ada potensi peningkatan akan terjadinya bencana alam, baik banjir maupun tanah longsor.

Untuk itu, ada 5 poin penting yang ditekankan Pjs. Gubernur Fatoni dalam apel kesiapsiagaan tersebut. Pertama, peningkatan pengintegrasian penanggulangan bencana di semua lini, mulai dari tingkat kelurahan sampai dengan tingkat provinsi.

Kedua, diperlukan peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan gabungan penanggulangan bencana.

“Ketiga, perlu adanya kualitas data dan informasi, seperti pelaporan kejadian bencana lewat optimalisasi dan pemanfaatan posko melalui perangkat elektronik serta teknologi komunikasi dan informasi,” ujarnya

Keempat, pembentukan dan pengembangan daerah tangguh bencana guna membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi dan menanggulangi bencana alam yang terjadi.

Kelima, pemberian kemudahan bagi keterlibatan masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana alam.

Sembilan, tim turut terlibat dalam apel kesiapsiagaan tersebut, antara lain tim posko, tim SAR, tim evakuasi, tim pengungsi, tim medis, tim trauma healing, tim dapur lapangan, tim DVI/Inafis, dan tim UPPK Sulut.

Usai kegiatan apel, Pjs. Gubernur bersama jajaran Forkopimda melakukan peninjauan kesiapan personel serta kelengkapan peralatan yang digelar dalam latihan simulasi penanggulangan bencana.

Berita lain untuk anda