Pasangan kandidat Cabup-Cawabup Teluk Bintuni nomor urut 2, Piet-Matret (sebelah kanan), sangat menguasai panggung debat terbuka yang diselenggarakan KPUD Teluk Bintuni di Aula Utama Universitas Papua (Unipa) di Manokwari, Jumat (27/11/2020) sore. Petrus Kasihiw menjawab dengan gamblang setiap pertanyaan yang di susun panelis. (Foto:Tantowi/TN)

TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI – Sesuai dengan prediksi awal, bahwa Ir Petrus Kawihis MT dan matret Kokop SH, terbukti menguasai panggung debat kandidat Cabup-Cawabup Teluk Bintuni yang digelar di Aula Utama Universitas Papua (Unipa) di Manokwari, Jumat (27/11/2020) sore.

Dari enam segmen yang ada dalam debat kandidat yang disiarkan secara langsung di salah satu televisi nasional itu, pasangan Piet-Matret melahap seluruh materi yang disusun panelis dari sejumlah perguruan tinggi di Papua Barat.

Setiap pertanyaan yang ditujukan ke kandidat petahana, dijawab dengan lugas oleh pasangan nomor urut 2 ini. Piet – Matret tidak lagi mengawali jawaban dengan kata ‘AKAN’, ketika disodori sejumlah pertanyaan terkait program yang akan dilakukan para kandidat Bupati – Wakil Bupati.

“Kami sudah melakukan itu, dan tinggal melanjutkan saja. Jika memang ada yang kurang, kami akan tambah dan benahi,” kata Petrus Kasihiw.

Seperti ketika disodori pertanyaan mengenai kebijakan terkait pandemi covid-19 yang berdampak banyak sendi perekonomian, Piet – Matret yang baru 3,5 tahun memimpin Teluk Bintuni, dengan mudah membeberkan apa yang sudah dirinya lakukan, termasuk upaya cepat keluar dari status zona merah.

Menurut alumnus UGM ini, PMK 2 sudah menindaklanjuti beberapa regulasi dan kebijakan dari pemerintah pusat, dengan membentuk tim kesehatan, menyiapkan anggaran untuk penangan covid-19, serta mengajak seluruh stake holder lintas sektor untuk duduk bersama dalam menangani pandemi itu.

“Lalu kami juga sudah melakukan sosialisasi penerapkan protokoler kesehatan kepada masyarakat dan stakeholder. Kami juga yang pertama melaksanakan PCR di Papua, menyiapkan tempat isolasi terpusat, serta mengantisipasi dan menggratiskan swab dan rapid test,” ujar Petrus Kasihiw.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, pemerintahan era Piet-Matret juga telah membentuk pos screening di setiap jalur masuk, baik darat laut dan udara.

“Kami juga mengadakan ribuan alat pelindung dan membagi gratis ke masyarakat. Membuat tempat cuci tangan di tempat umum, dan kami berhasil di fase pertama dari zona merah menjadi hijau. Ini masih akan kami lanjutkan sampai covid berakhir,” tandasnya. **

Berita lain untuk anda