TEROPONGNEWS.COM, KUPANG – Pakar Lahan Kering Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Zeth Malelak meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menaikkan anggaran untuk penghijauan, dan memperkuat jajaran yang bekerja dan menambah sosialisasi kepada semua orang.

“Wali kota di mana-mana bicara, di gereja, media, wali kota ajak untuk menanam dan ini konsep yang dibangun kembali pak wali kota mengingat filsafat yang dibangun Gubernur El Tari yaitu tanam sekali lagi tanam,” jelas Zeth lewat rilis yang diterima Teropongnews.com, Selasa (3/11/2020).

Terkait anggaran, Zeth mengakui anggaran di lahan kering memang mahal. Pasalnya, perawatannya sangat berat.

“Harus ada anggaran untuk perawatan. Dan perawatan di lahan kering tidak main-main. Bisa sampai tiga tahun. Tidak satu-dua tahun. Tanaman yang hebat di lahan kering itu tidak mudah. Menggali lubang di lahan kering yang berbatu beda dengan tanah yang lembut. Anggaran tidak sama,” ujarnya.

Salah satu alasan, menurut dia, top soil Kota Kupang hanya 2-5 centimeter, selebihnya bebatuan. Oleh karena itu, penggalian saja butuh anggaran besar.

“Harus dibantu alat berat. Bisa saja biaya per pohon ini Rp 10 juta baru jadi. Di daerah lain mungkin hanya Rp 100 ribu. Kadang-kadang orang bilang anggaran ini sangat besar. Oh tidak, besar di mana dulu,” beber Zeth.

“Saya bangga karena pak wali kota mendorong tanpa bosan-bosan menyampaikan tentang tanam sekali lagi tanam dengan berbagai persoalan yang ada. Siapa yang berani membongkar batu karang ini untuk tanam pohon? Kalau tanam di daerah subur semua orang bisa. Tapi kalau dengan membongkar batu karang memang butuh keberanian,” pungkas Zeth.

Berita lain untuk anda