KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar simulasi tentang protokol kesehatan Covid-19, saat Pilkada Serentak 9 Desember 2020, Selasa (3/11/20). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MANADO – KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara (PPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan protokol kesehatan Covid-19 saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2020, Selasa (3/11/20).

Kegiatan simulasi ini diselenggarakan oleh KPU Provinsi Sulut dalam tatanan protokol kesehatan, dimana nantinya akan diberlakukan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2020.

Dimana sebelum masuk area pemilihan, nama dipanggil, ada pengukuran suhu tubuh, kemudian mencuci tangan, dan menerima kertas suara dan sarung tangan sambil duduk berjarak menunggu giliran. Setelah itu menuju tempat kotak suara dan selesai pencoblosan, sarung tangan diletakkan di tempat sampah.

Kegiatan ini dilaksanakan di TPS Melati Kelurahan Roong, Kabupaten Minahasa dengan 200 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dan dimulai sejak jam 07.00 Wita.

Dalam sambutan, Pjs. Gubernur Sulut, Agus Fatoni memberi apresiasi atas kegiatan ini. Menurut dia, ini adalah bentuk komitmen, agar pelaksanaan Pilkada berlangsung dengan lancar, aman, damai dan juga sehat, dan terhindar dari Covid-19.

Menurut Fatoni, simulasi hari ini sangat penting dan strategis, untuk dapat mengetahui kekurangan, kendala dan suasana yang perlu diperbaiki, sehingga membantu dalam menghadapi segala macam persoalan yang terjadi dalam pemungutan dan penghitungan suara.

Dia juga mengingatkan, agar distribusi logistik dapat sampai di lokasi tepat waktu, yang tentunya dikawal secara ketat oleh petugas dan aparat keamanan.

“Mudah-mudahan dengan adanya simulasi, Pilkada di Sulawesi Utara bukan hanya lancar, bukan hanya sehat, tetapi menjadi Pilkada yang berkualitas,” harap Fatoni.

“Mari kita berbondong-bondong ke TPS pada tanggal 9 Desember nanti, tetapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karena masa depan daerah provinsi, masa depan kabupaten dan kota dalam rangka memilih pemimpin itu di tangan masyarakat Sulawesi Utara. Dan semoga kita diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga dapat melaksanakan Pilkada ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Fatoni.

Sementara itu, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), H. Alfitra Salam mengaku, pemungutan suara ini adalah puncak dari pelaksanaan Pilkada. Untuk itu Alfitra berpesan, agar KPU dapat menjaga akurasi DPT.

“Jangan sampai ada hak warga negara yang berhak memilih, tidak bisa memilih. Saya berharap, Pilkada di Sulut adalah Pilkada yg terbaik di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Berita lain untuk anda