TEROPONGNEWS.COM, JAYAPURA – Masyarakat Kota Jayapura dihimbau untuk mewaspadai bahaya banjir dan longsor selama periode November 2020 hingga Januari 2021, akibat intensitas hujan serta badai elnina yang melanda wilayah Pasifik.

Cuaca yang ekstrim itu akan menyebabkan gelombang laut yang cukup tinggi, hingga mengakibatkan kapal dan perahu terbalik.

Demikian disampaikan Walikota Jayapura Drs Benhur Tomi Mano saat menggelar apel Siaga Bencana di lapangan PTC Entrop, Selas (24/11/2020).

“Bagaimana penanganan secara cepat sehingga butuh komunikasi untuk penanganannya,” ujar Walikota Benhur.

Menurutnya, masyarakat Kota Jayapura harus melihat bahwa kesiapan Pemerintah dalam penanganan dan mengantisipasi bencana di Kota Jayapura, dengan mendirikan posko untuk mobilisasi korban bencana sesuai protap pelayanan selama 7 hari pasca bencana.

“Untuk itu saya minta kepada Ketua Tim yang saya tunjuk, yaitu pak Wakil Walikota untuk mengantisipasi lebih awal dengan pengerukan sungai, drainase, dan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan banjir di wilayah Kota Jayapura,” katanya.

Laporan BMKG Papua bahwa dari bulan November, Desember 2020 dan Januari, Februari hingga Maret 2021, intensitas hujan cukup tinggi di wilayah Kota Jayapura. Namun menurut Ketua Umum Persipura Jayapura ini, pemerintah daerah sudah siap menghadapi itu, apalagi dengan gelombang tinggi yang di prediksi dari lautan Pasific.

“Kita selalu melakukan sosialisasi, menghimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah pesisir pantai dan gunung, untuk mengantisipasi termasuk gelombang tinggi di perairan Kota Jayapura,” tuturnya.

Sementara untuk personil yang disiagakan, kata Benhur, sebanyak 900 personil gabungan.

Kapolresta Jayapura AKBP Gustaf Urbinas menambahkan, jumlah seluruh sumber daya Polres Jayapura di siapkan untuk antisipasi bencana di Kota Jayapura, bersinergi dengan personil organik di lapangan, baik Kodim maupun Koramil.

“Jadi untuk polres sendiri kita optimalkan semua sumberdaya sebanyak 700 personil, sebagaimana yang kita lakukan untuk memerangi pandemi ini kita akan maksimalkan untuk penanganan bencana akibat perubahan cuaca,” jelas Kapolres.

Kapolres Urbinas juga menghimbau kepada seluruh warga Kota Jayapura untuk tidak membuang sampah ke sungai, serta perambahan hutan yang dapat mengakibatkan erosi atau bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

“Kalau ada penebangan liar tentunya kita akan ambil langkah tegas terutama di area hutan. Kita juga akan mengedepankan patroli dari satgas ini,” imbuhnya.

Urbinas mengungkapkan dirinya sementara mengusulkan struktur untuk kegiatan pencegahan patroli untuk memantau daerah-daerah rawan banjir, rawan longsor termasuk daerah-daerah yang rawan sampah liar maupun daerah yang rawan penebangan liar.**

Berita lain untuk anda