Yanto Eluay Ketua Umum Presedium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5)

TEROPONGNEWS.COM, JAYAPURA– Ketua Dewan Pimpinan Pusat ( DPP) Presedium Putra-Putra Pejuang Pepera 1969 Yanto Eluay mendukung Penuh Hasil seleksi akhirnya yang menempatkan Dorem Wakerkwa nilai tertinggi pada seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Papua.

Menanggapi isu-isu yang berkembang belakangan ini terkait Surat Keputusan Presiden (SK) yang menetapkan Dance Yulian Flasi sebagai Sekda Definitif Papua, dengan mengabaikan hasil seleksi panitia yang menempatkan Doren Wakerkwa sebagai peserta dengan nilai teratas pada seleksi tersebut yang belangsung di jayapura, sehingga Ketua P5 Yanto Eluay meminta agar pemerintah pusat segera meninjau penetapan SK tersebut untuk menjaga agar kondisi Papua tetap kondusif.

“Jadi Kami harap kita memasuki bulan penuh damai, kami menghimbau segala permasalahan isu-isu yang menonjol saat ini khususnya menyangkut sekda sudah ada kepres tapi sampai saat ini belum ada pelantikan untuk sekda definitif kami perlu melihat itu secara baik pertimbangan utama menjaga papua tetap aman dan damai “ Katanya saat di temui di kediamannya sabtu,21 November 2020.

Dengan demikian Ketua P5 Yanto Eluay memintah kepada semua pihak baik ama Calon sekda yang disebtujui dalam Kepres maupun Doren Wakerkwa sehingga Presedium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5) melihat sosok Doren Wakerwa dari sisih Nasionalis bahwa yang bersangkutan merupakan putra terbaik bangsa dan Juga Putra mantan Pejuang Pepera sehingga, perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat terutama Presiden agar DW di Pertimbangkan agar dilantik sebagai sekda.

“Saya selaku ketua P5 sudah bertemu beberapa pihak di Jakarta menyampaikan konsen agar Pa Doren diberikan di pertimbangkan di putuskan untuk beliau yang jadi sekda , karena disisi lain penilai-penilaian yang mereka ikut sudah tinggi “ tuturnya.

Mengenai Keputusan Presiden (Keppres) soal pentapan sekda Definitif yang sudah di keluarkan ujar Putra mendiang Tokoh Papua Theys Hiyo Eluay itu tidak bisa digangu atau di intervensi karen merupakan hak presiden, tetapi untuk tidak menimbulkan gejolak dengan keputusan-keputusan itu.

“Kami minta bapak Presiden lebih bijaksana melihat situasi Papua saat ini, Pa Doren salah satu tokoh yang sudah memiliki pengalaman sebagai ASN, pengalaman bertugas yang tinggi dia juga salah satu putra putri Pejuang Pepera, orang tua dia yang mewakili Jayawijaya tokoh-tokoh dari pegunungan tahun 69 ikut dalam memutuskan papua jadi Bagian dari NKRI “ ujarnya.

Kami menjamin bahwa pa Doren adalah putra papua anak atau cucu dari pada tokoh pepera beliau akan bersungguh-sunggush untuk tetap menjaga papua dalam Bingkai NKRI” jelasnya.

Dengan demikian Ketua DPD Golkar Kabupaten Jayapura ini berharap agar putra-putri dari tokoh pepera ini sudah saatnya negara memperhatikan mereka mereka akan menjadi garda terdepan dalam mengawal agar Papua tetap menjadi bagian tidak terpisahkan dari NKRI .(Nesta)

Berita lain untuk anda