Kapolda Maluku, Irjen Pol Burhanudin Djafar, saat melaunching Kampung Tangguh Nusantara (KTN) Desa Waiheru dan Desa Latta, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Kapolda Maluku, Irjen Pol Burhanudin Djafar menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terbelenggu pada acara seremonial, melainkan harus terus mengembangkan diri. Demikian disampaikan Kapolda, saat melaunching Kampung Tangguh Nusantara (KTN) Desa Waiheru dan Desa Latta, di Perumnas Desa Waiheru.

“Kita jangan hanya tangguh pada saat seremonialnya saja, tapi harus tangguh dalam keseharian. Karena kalau hanya tangguh saat seremoni, maka tidak ada kesannya, tidak ada dampak positifnya bagi kita maupun kampung kita,” kata Kapolda, Sabtu (14/11/2020).

Kampung tangguh, lanjut Kapolda, bukan hanya berbicara tentang tangguh secara ekonomis saja, tapi juga tangguh dalam hal-hal yang lain, termasuk tangguh dalam kesehatan, serta tangguh dalam ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Dengan iman dan taqwa kepada Tuhan, tentunya kita akan mengutamakan kehidupan yang rukun satu dengan lainnya, sehingga keamanan serta ketertiban diwilayah kita dapat selalu terjaga,” ujar Kapolda.

Sementara itu, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, program Kampung Tangguh Nasional merupakan gagasan dari Panglima TNI dan Kapolri kepada kampung-kampung yang ada di Indonesia, untuk dapat meningkatkan kesejahteraan di masa pandemi Covid-19.

“Ini merupakan gagasan cemerlang, gagasan yang brilian. Karena pandemi Covid-19 berdampak sangat luas, baik secara kesehatan, sosial maupun secara ekonomis. Salah satu upaya untuk menjaga kondisi masyarakat dalam menghadapi masa pandemi seperti ini adalah, menciptakan kondisi yang tangguh lewat kampung tangguh,” jelas Wali Kota.

Menurutnya, untuk menjadikan kampung tangguh, harus dimulai dari pribadi yang tangguh dalam hal disiplin, dan disiplin dalam hal apapun termasuk disiplin protokol kesehatan, kemudian keluarga, lingkungan bertetangga dan komunitas sosial.

Kampung tangguh, lanjut Wali Kota, untuk wilayah Kota Ambon lebih spesifik disebut sebagai Kampung Tangguh Sehat, Aman, Gotong-royong dan Unggul atau lebih dikenal dengan sebutan SAGU.

“Sehat, yang berarti kesehatan masyarakat yang harus terus terjaga lewat perhatian yang diberikan dari puskesmas-puskesmas yang ada. Aman, yang berarti kamtibmas yang terjaga dengan sendirinya mampu meningkatkan imunitas dari masyarakat. Untuk situasi seperti sekarang ini, sangat tidak mungkin bagi kita untuk bekerja secara pribadi-pribadi, karena itu dibutuhkan gotong-royong, sehingga kita mampu menciptakan komunitas yang unggul yang berujung pada kesejahteraan bersama,” tegas Wali Kota.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Komandan Batalyon 733 yang menggagasi kegiatan-kegiatan dalam pemberdayaan ekonomi lingkungan sekitarnya, lewat peresmian dan penyediaan Pusat Jajan Serba Ada atau Pujasera bagi masyarakat.

“Hal ini tentunya sangat menarik peminat baik masyarakat maupun pengusaha untuk terlibat secara maksimal,” tandas Wali Kota.

Berita lain untuk anda