Kegiatan konstruksi berupa pelebaran badan jalan Durian di Tanjung Selor, turut melecut pertumbuhan ekonomi di Kaltara. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, TANJUNG SELOR – Jumlah angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Agustus 2020 mencapai 347.731 orang, bertambah sebanyak 12.623 orang dibanding angkatan kerja Agustus 2019 sebanyak 335.108 orang.

Kemudian, jumlah penduduk yang bekerja di Kaltara pada Agustus 2020 mencapai 330.441 orang, bertambah sebanyak 10.395 orang dibanding keadaan pada Agustus 2019 atau 320.046 orang.

“Menurut kategorinya, maka yang banyak menyerap tenaga kerja di Agustus kemarin adalah kategori A-pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 31,28 persen, berikutnya adalah kategori G-perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 17,70 persen dan kegiatan kategori O-administrasi pemerintahan sebesar 9,69 perse,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara, Taupan Majid mengutip rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, lewat siaran pers yang diterima Teropongnews.com, Selasa (10/11/2020).

Hanya saja, kata dia, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Agustus lalu mencapai 4,97 persen atau sebanyak 17.290 orang. Ini meningkat dibanding TPT Agustus 2019 yang sebesar 4,49 persen atau 15.062 orang.

Apabila dibandingkan dengan Agustus 2019, lapangan pekerjaan yang mengalami pengurangan penduduk bekerja paling banyak adalah kategori I-penyedia akomodasi dan makan minum yaitu sebesar 3.647 orang.

Sedangkan peningkatan penduduk bekerja paling banyak terjadi pada lapangan pekerjaan kategori G-perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor yaitu sebanyak 8.782 orang.

Dari sebanyak 330.441 orang yang bekerja pada Agustus 2020, status pekerjaan utama yang terbanyak adalah buruh/karyawan yaitu sebanyak 148.138 orang atau 44,83 persen, diikuti berusaha sendiri sebanyak 69.090 orang (20,91 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 38.803 orang (11,74 persen), dan pekerja keluarga/tidak dibayar sebanyak 36.913 orang (11,17 persen).

“Sedangkan yang terkecil adalah pekerja bebas di bidang pertanian sebanyak 9.941 orang atau 3,01 persen,” tutupnya.

Berita lain untuk anda