Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni Nomor urut 02, Ir. Petrus Kasihiw-Matret Kokop, saat menyampaikan program pembangunan usai meresmikan Posko Pemenangan PMK2 Jilid 2 Raja Biscoop di Kampung Jahabra Distrik Biscoop, Kamis (5/11/2020) petang. (Foto:Tantowi/TN)

TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw MT mengeluarkan kebijakan yang sangat populis untuk keberlangsungan usaha rakyat kecil. Dalam APBD Tahun Anggaran 2022, pemerintahan Petrus Kasihiw – Matret Kokop (Pit-Matret) akan menaikkan nilai total bantuan modal untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKKM) dari Rp 5 miliar menjadi Rp 10 miliar.

Kabar menggembirakan itu disampaikan Petrus Kasihiw yang sedang cuti dari jabatan Bupati, saat kampanye putaran 1 dan peresmian Posko Pemenangan PMK2 Jilid 2 di Kampung Jahabra Distrik Biscoop Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (6/11/2020).

Selain di Kampung Jahabra yang diberi nama Posko Raja Moskona, menurut Simson Ebore, Ketua Posko Raja Biscoop, ada 3 posko PMK2 Jilid 2 yang dibangun pendukung Pit-Matret di Distrik Biscoop. Posko yang menjadi basis perjuangan pemenangan PMK2 ini diresmikan Pit-Matret pada Jumat (7/11/2020) pagi.

Di hadapan ratusan pendukungnya, Petrus Kasihiw yang kembali maju dalam Pilkada Bintuni 9 Desember 2020, mengatakan, program bantuan modal usaha itu adalah satu-satunya program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang ada di Papua Barat.

“Ini adalah program yang langsung menyentuh usaha rakyat kecil agar lebih baik dan berkembang. Bisa di cek di daerah lain. Hanya di Bintuni dan di era kepemimpinan saya program ini ada,” kata Petrus Kasihiw.

Melalui program bantuan modal usaha, setiap pelaku usaha kecil yang memenuhi syarat kelayakan usaha, mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta. Bantuan itu diberikan pemerintahan Pit-Matret tanpa ada agunan dari penerima bantuan. Pelaku usaha kecil cukup melampirkan foto copy KTP, KK dan foto tempat usaha.

“Coba dimana bisa mendapatkan bantuan modal usaha seperti ini. Kalau kita mau pinjam uang di bank, kita harus punya jaminan. Betul tidak?. Kalau tahun ini total bantuan yang kami anggarkan 5 miliar, kami akan menaikkan anggaran itu menjadi 10 miliar dalam APBD 2020,” ujar Petrus Kasihiw, disambut aplaus ratusan masyarakat Biscoop.

Agar program itu dapat terwujud, Pit-Matret meminta masyarakat Bintuni mencoblos nomor urut 2 saat Pilkada pada 9 Desember 2020. Menurutnya, melanjutkan program pembangunan itu lebih mudah daripada harus memulai lagi program baru. Jika masyarakat tidak memilih PMK2 untuk melanjutkan kepemimpinannya jilid 2, belum tentu program yang sudah berjalan dengan baik itu akan diteruskan oleh orang lain.

Selain memberikan bantuan modal sebesar Rp 5 juta per pelaku usaha, Pit-Matret juga memberikan bantuan modal untuk Orang Asli Papua (OAP) yang memiliki usaha sebesar Rp 100 juta per orang. Ada 5 OAP yang sudah menikmati bantuan ini selama tahun anggaran 2019. Di tahun anggaran 2020, program bantuan Rp 100 juta itu ditunda menyusul merebaknya wabah virus Corona.

“Nanti di tahun 2021 kita lihat lagi, mudah-mudahan Corona sudah pergi. Pengusaha kecil Papua seperti ini perlu dibantu, supaya mereka bisa jadi pengusaha yang sukses. Kami akan bantu yang memang benar-benar punya niat berusaha, bukan hanya menghabiskan bantuan untuk foya-foya. Masa depan keluarga itu yang harus dipikirkan,” tandasnya. **

Berita lain untuk anda