Anggota DPRD Raja Ampat, Fahmi Macap, SE. Foto Wim/TN.

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus sebagai anggota DPRD kabupaten Raja Ampat, Fahmi Macap (FM), tidak terima namanya dicatut pada postingan di salah satu media sosial, bahwa dirinya yang memimpin penyerangan di kampung Atkari distrik Misool Utara, kabupaten Raja Ampat, beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, FM mengaku dirinya sangat dirugikan secara pribadi dan keluarga, sekaligus sebagai anggota DPRD kabupaten Raja Ampat lewat postingan dengan akun yang diduga atas nama Filip Imbir.

“Saat ini saya (Fahmi Macap) harus klarifikasi, karena jelas-jelas, sangat merugikan saya secara pribadi, keluarga bahkan status saya sebagai anggota DPRD. Dimana ada beberapa postingan dari saudara Filip Imbir, yang jelas-jelas menulis bahwa saya adalah bagian dari pada orang yang memimpin massa ketika peristiwa di Atkari, saya mau bilang bahwa apa yang dituduhkannya itu sangat tidak benar dan itu fitnah yang paling kejam terhadap saya secara pribadi,” ujarnya kepada awak media di Waisai, Senin (2/11/2020).

Dengan tegas kata Fahmi, dirinya akan pertaruhkan harga dirinya sebagai anggota DPRD kabupaten Raja Ampat, jika hal itu dapat dibuktikan bahwa dirinya benar-benar yang memimpin massa di kampung Atkari, seperti yang dituduhkan kepadanya.

“Saya mau sampaikan kepada warga masyarakat di Raja Ampat Papua Barat bahkan di Indonesia. Saya akan pertaruhkan harga diri saya dengan kapasitas saya sebagai anggota DPRD kabupaten Raja Ampat, bahwa sangatlah tidak terpuji dan sangat tidak terhormat kalau saya melakukan tindakan yang dituduhkan kepada saya yang dimulai dari beberapa video dan postingan di media sosial,” tegasnya.

“Sekali lagi, silahkan dicek latar belakang saya, mulai dari saya menginjakan kaki di bangku pendidikan, sampai saya kembali ke Raja Ampat. Tidak pernah yang namanya Fahmi Macap itu melakukan tindakan yang anarkis seperti yang dituduhkan kepada saya,” lanjut Politisi muda Partai Amanat Nasional itu.

Dikatakan, dalam catatan politiknya di kabupaten Raja Ampat, dirinya tidak pernah melakukan sebuah tindakan yang anarkis di atas negeri yang dijuluki Tanah Raja itu.

“Sangat disayangkan dengan status saya sebagai pimpinan partai dan anggota DPRD, jika saya melakukan tindakan yang tidak terpuji dan tentunya memalukan diri saya sendiri. Pertanyaannya, kalau saya tidak terlibat, lalu siapa yang bertanggungjawab,” terangnya.

Mendapat Ancaman

Anggota DPRD Raja Ampat dari Partai Amanat Nasional (PAN), Fahmi Macap, kepada awak media, mengaku pasca peristiwa di kampung Atkari, pada malam itu dirinya mendapat telepon dari seseorang yang berinisial BM. Namun menurutnya, bukan BM yang berbicara dengannya melainkan oknum OI dan JR, yang mengancamnya untuk dibunuh.

“Pasca kejadian itu, BM telepon saya malam itu, saya lupa jamnya. Saya diancam dibunuh oleh OI dan JR, bahkan anak dan istri saya pun terbawa-bawa. Padahal dengan jelas saya tidak terlibat dalam bentuk apa pun terkait peristiwa di Atkari, tapi saya ditelpon dan diancam dibunuh. Ini sesuatu bagi saya sangat memalukan,” tutur Fahmi.

Terkait hal itu, Fahmi Macap, menduga ada otak intelektual yang ingin merusak nama baiknya ditengah-tengah masyarakat. “Ini pembunuhan karakter namanya, jujur saja secara psikologis, saya sangat terganggu dengan ancaman ini, terutama anak istri saya yang juga terbawa-bawa dalam persoalan ini,” jelasnya.

“Sekali lagi saya tantang mereka, jika ada yang bisa membuktikan keterlibatan saya, kira-kira apa yang harus saya lakukan buat mereka, karena ini menyangkut pemulihan nama baik saya, sekaligus memulihkan psikologis lewat ancaman terhadap saya dan keluarga,” imbuhnya.

Merasa difitnah dan mendapat ancaman, kata Fahmi, dirinya akan mengambil langkah hukum, dengan melaporkan pihak-pihak yang sudah merusak nama baiknya secara pribadi, keluarga mau pun lembaga.

Berita lain untuk anda