Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, KUPANG – Untuk pencegahan dan penanganan masalah gizi buruk dan stunting, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai intervensi. Antara lain, pemberian tablet tambah darah pada remaja putri sebagai calon-calon ibu dan ibu hamil untuk mencegah anemia. Pemberian PMT bagi ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis).

“Jadi, kalau kasus balita gizi buruk dan stunting meningkat, ya itu karena semakin banyak keluarga yang aktif, untuk melaporkan tentang kondisi anak-anaknya. Ditambah lagi keseriusan petugas kesehatan, untuk melakukan pendataan dari rumah ke rumah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati lewat siaran persnya yang diterima Teropongnews.com, Senin (9/11/2020).

Menurutnya, peningkatan kapasitas petugas terus dilakukan, dengan pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) yang dilanjutkan dengan pelatihan kader PMBA sebagai pendamping ibu hamil dan balita di masyarakat.

Pihaknya juga, kata Retno, mendorong pemberian ASI eksklusif hingga 23 bulan. Pelaksanaan kegiatan PMBA yang dilaksanakan dengan konseling, maupun praktek kepada orangtua atau pengasuh.

“Tatalaksana balita gizi buruk rawat jalan dengan pedoman PGBT, dimana balita gizi buruk tanpa komplikasi dirawat dengan obat gizi atau Ready to Use Terapheutic Food (RUTF),” ujar dia.

Bukan saja itu, kata Retno, pihanya juga mendistribusikan vitamin A dan mineral mix, menyediakan obat cacing dan imunisasi lengkap, serta pencegahan dan pengobatan diare.

Berita lain untuk anda