Hana Hikoyabi (Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Jayapura )

TEROPONGNEWS.COM, JAYAPURA– Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Jayapura Hana Hikoyabi , mengaku belum mengetahui mengenai adanya isu pencapolkan atau pengambilan sepihak sanggar –sanggar seni tertentu di Kabupaten Jayapura oleh PB PON dan Pemprov Papua .

Pernyataan tersebut di sampaikan Hana Hikoyabi mennggapi isu bahwa adanya, pencaplokan atau perekrutan sepihak sejumlah sanggar seni di Kabupaten Jayapura yang menurut informasi dilakukan oleh PB PON saat peresmian Stadion Papua Bangkit dan Pemprov Papua saat pergelaran Seni di Expo Waena beberapa waktu lalu .

Kkalau tentang hal pencaplokan sanggar seni ibu tidak tahu , tapi kalau pembinaan kami masih punya kewenangan bagi sanggar-sanggar di seluruh Kabupaten Jayapura “ ungkap Hana Hikoyabi saat di temui di ruang kerjanya rabu,18 oktober 2020.

Ketua Dewan Kesenian kabupaten Jayapura Hana Hikoyabi menegaskan jika tiap tahun pihaknya terus melakukan pembinaan-pembinaan bagi sanggar-sanggar seni, dimana hal itu sudah terus di lakukan hingga pada akhir tahun 2020 masa kepemimpinan mereka , sehingga komuikasi mereka dengan seluruh sanggar seni yang ada di wilayah kabupaten jayapura belum mendapatkan informasi soal adanya saling caplok atau rekrut sanggar-sanggar seni yang berhembus belakangan ini

“Siapapun sanggar yang memberikan kontribusi kepada provinsi harus memberitahu kepada Dewan Kesenian Kabupaten Jayapura “ tegas Hana Hikoyabi.


Wanita yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura ini menambahkan saat ini terdapat 20 sanggar seni di Kabupaten Jayapura, namun beberapa masih aktif dan mengikuti ivent-ivent di daerah dalam menampilkan karya mereka.

Sehingga pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Jayapura terus melakukan indetifikasi di setiap kampung untuk mengatahui apakah sanggar-sanggar seni yang terdaftar di Dewan kesenian Kabupaten jayapura masih aktif atau tidak.

“ Jadi ibu ada perintahkan pa elvis di pariwisata untuk melakukan indentifikasi ulang , apakah yang dikerjakan oleh seluruh sanggar , maka sanggar-sanggar inipun jika melakukan inisiasi harus melaporkan kepada pemda Kabupaten Jayapura “ Imbuhnya .


Untuk penataan dan penguatan sanggar-sanggar seni di Kabupaten Jayapura terang Mantan Anggota MRP Papua ini ,akan di lakukukan pelatihan dan pembinaan terakhir tahun 2020 , agar di tahun 2021 ada pembinaan baru yang harus di lakukan mulai dengan tahapan yang sudah ditentukan ( nesta)

Berita lain untuk anda