Petrus Kasihiw – Matret Kokop usai peresmian posko pemenangan PMK2 Jilid 2 di Komplke Pamong Praja. (Foto:Tantowi/TN)

TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Dalam memimpin Kabupaten Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw MT dan Matret Kokop SH memiliki gagasan besar untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Salah satunya, memberikan bantuan modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil serta melakukan pendampingan.

Kendati demikian, Bupati dan Wakil Bupati yang sedang cuti untuk mengikuti tahapan kampanye Pilkada yang dilaksanakan serentak pada 9 Desember 2020 ini, tetap selektif dalam mengucurkan dana segar itu. Hanya untuk masyarakat yang memiliki kegiatan usaha, dan benar-benar punya niat mengembangkan usahanya.

“Saya akan perintahkan OPD teknis untuk mengecek ke lapangan. Benar ngga yang sudah menerima bantuan modal itu, ada usahanya,” kata Piet, dalam setiap kesempatan orasi politiknya.

Dari program bantuan modal itu, setiap pelaku usaha mendapatkan dana segar sebesar Rp 5 juta. Dalam APBD Kabupaten Teluk Bintuni, Piet-Matret mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk program ini. Rencananya, dalam APBD 2021, nilai itu akan dinaikkan menjadi Rp 10 miliar.

“Untuk yang punya usaha seperti Pak Alfons ini, silakan buat proposalnya dan sampaika ke saya. Nanti akan kami bantu,” kata Piet, usai peresmian Posko Pemenangan PMK2 Jilid 2 di Kompleks Pamong Praja, beberapa waktu lalu.

Kandidat petahana nomor urut 2 ini mengapresiasi kegigihan Alfons Yautopapea, sebagai Orang Asli Papua (OAP), yang telah merintis usaha mandiri. Alfons adalah pemilik usaha bengkel perbaikan mesin babat rumput dan mesin perahu jonson, yang diberi nama Bengkel Singgah Dulu.

Alfons Yautopapea, pengusaha bengkel reparasi mesin babat dan jonson.

Menurut laki-laki asal Kokonau, Timika ini, keahlian mereparasi mesin itu didapat dari belajar secara otodidak. Saat ini, selain dirinya, ada beberapa teknisi yang membantunya di bengkel.

“Nanti saya akanbuat proposal itu, untuk mendapatkan modal dari Pak Bupati,” kata Alfons. **

Berita lain untuk anda