Dua pemuda kampung Tolobi (ujung kiri dan kanan) menyatakan menangkan pasangan Faris-ORI di kampung Tolobi setelah sebelumnya menolak kehadiran Cabup Abdul Faris Umlati di kampung tersebut.

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Tiba di kampung Tolobi distrik Kofiau, calon bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati bersama tim disambut masyarakat kampung dengan aksi penolakan dari sejumlah pemuda kampung tersebut.

Berbagai tuntutan ditulis di papan dan kemudian ditancapkan disebuah tiang oleh para pemuda sebagai tanda penolakan terhadap calon bupati Abdul Faris Umlati.

Masyarakat Tolobi menangih janji Faris Umlati saat dirinya menjabat sebagai bupati Raja Ampat, diantaranya pendidikan gratis dan kesehatan gratis, sehingga masyarakat mengancam untuk mendukung Kotak Kosong (Bilik Kosong).

Namun bijaknya seorang Abdul Faris Umlati yang adalah calon bupati Raja Ampat itu, mampu meredam situasi dan dengan cepat merangkul pihak-pihak yang menolak kehadirannya di kampung tersebut.

Kehadiran Cabup Faris Umlati di kampung Tolobi distrik Kofiau dalam rangka melantik tim pemenangan Faris-ORI.

Dihadapan masyarakat Tolobi, Abdul Faris Umlati, mengatakan semua masyarakat Raja Ampat khususnya masyarakat Tolobi sangat cinta damai, Faris berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan cerita-cerita yang minimbulkan ujaran kebencian.

“Saya yakin masyarakat Tolobi semuanya cinta damai, harapan saya semua masyarakat di kampung ini tidak terprovokasi dengan isu-isu dan cerita-cerita yang tidak benar yang beredar di media sosial,” ujar Cabup Raja Ampat, Abdul Faris Umlati.

Satu per satu, dengan bijaksana poin-poin yang merupakan tuntutan masyarakat kampung Tolobi, dijawab dengan tuntas tanpa menimbulkan kontroversi ditengah masyarakat.

Melalui penjelasan tersebut, Faris Umlati berhasil meyakinkan para pemudan dan masyarakat Tolobi bahwa dirinya masih merupakan bupati aktif yang sedang menjalankan cuti kampanye Pilkada Raja Ampat tahun 2020 dan akan kembali aktif usai cuti kampanyenya berakhir. Itu artinya, segala kebijakan masih merupakan kewenangannya hingga Februari 2020 mendatang.

Faris Umlati juga meyakinkan masyarakat Tolobi bahwa dirinya bersama Orideko Burdam, maju sebagai calon tunggal di Pilkada Raja Ampat, itu artinya tidak ada lawan yang mereka lawan, selain kolom kosong yang tidak ada orangnya.

AFU sapaan Abdul Faris Umlati berharap masyarakat Tolobi tidak percaya dan memilih Kotak Kosong, karena menurutnya Kotak Kosong tidak mempunyai janji dan juga tidak mempunyai harapan.

“Jangan bapak ibu percaya dengan Kotak Kosong, Kotak Kosong itu tidak punya mata, tidak punya mulut, apalagi punya hati, hanya bisa mengadu domba masyarakat, kami datang di kampung ini dengan aturan yang jelas, saya datang untuk melantik tim pemenangan Faris-ORI, supaya mereka bisa bekerja melihat hal-hal yang kurang,” tegas AFU.

Festus Watem dan Adolof Ambafen dua pemuda yang mempengaruhi masyarakat kampung Tolobi untuk mendukung Kotak Kosong, setelah mendapat penjelasan dari Cabup Abdul Faris Umlati, langsung berbalik sepenuhnya mendukung pasangan Faris-ORI sebagai bupati dan wakil bupati kabupaten Raja Ampat periode 2020-2025.

“Kami minta maaf kepada bapak Faris Umlati, setelah mendapat penjelasan dari beliau terkait aspirasi kami dari kampung Tolobi, kami baru memahami, dan kami semua sepakat untuk mendukung bapak Faris dan bapak Orideko dan siap menangkannya di Tolobi,” jelas Watem.

Berita lain untuk anda