Bernard Taime, tokoh pemuda Papua yang juga Ketua LGM Gempur Kabupaten Jayapura. (Foto:Nesta/TN)

TEROPONGNEWS.COM, SENTANI –  Tokoh Pemuda Kabupaten Jayapura Bernard Taime merasa kecewa karena tidak adanya aktifitas peringatan HUT Sumpah Pemuda ke 92,  20 Oktober 2020 di Kabupaten Jayapura.

Momentum seperti ini seharusnya didiperinti oleh Organisasi Kepemudaan di Jayapura, sebagai bentuk estafet perjuangan yang sudah dilakukan para pemuda tempo dulu.

“Pemuda Kabupaten Jayapura ini saya lihat seperti banyak di tunggangi banyak kepentingan tersembunyi ,semua serba harap kepada pemerintah.  Tidak kreatif,” ujar Bernard, yang juga Ketua LSM Gempur Kabupaten Jayapura ini.

Sebagai pemuda,  sambung Taime, sudah seharusnya menjadi tulang punggung perubahan sehingga tidak menunggu di perintah. Pemuda harus jemput bola. Dengan tidak adanya peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, kata Bernard, mengesankan bahwa di Kabupaten Jayapura tidak ada pemudanya.

“Kita harus tunjukan kalau kita pemuda  ada di Kabupaten ini, sebagai agen perubahan. Saya kecewa di HUT ke 92 ini dari semua OKP pemuda tidak ada yang melaksanakan kegiatan besar. Tidak terlihat bahwa kabupaten ini ada pemuda,” tuturnya dengan nada kecewa. **

Berita lain untuk anda